Usai Pengundian Nomor Urut Paslon, Kantor Gubernur Bali Terbakar Hebat

Bona Jaya, Muhammad Muhyiddin · Selasa, 13 Februari 2018 - 18:22 WIB

Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Bali. (Foto: iNews/Bona Jaya)

DENPASAR, iNews.id – Kebakaran hebat menghanguskan Gedung Biro Hukum dan Kehumasan Kantor Gubernur Bali, Selasa (13/2/2018) sekitar pukul 17.30 Wita. Api diperkirakan berawal dari lantai 2 gedung tersebut. Kebakaran terjadi setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali melakukan pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) yang akan bertarung dalam Pilgub 2018 mendatang.

Sebanyak delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebakaran. Kepanikan terlihat di wajah ratusan pegawai dan juga wartawan yang berada di areal gedung Kantor Gubernur Bali. Para wartawan baru saja meliput pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali yang digelar oleh KPU Provinsi Bali di Gedung Wiswa Shaba, tepat di sebelah gedung yang terbakar.

Dari keterangan saksi, awalnya hanya tercium bau asap dan juga suara kaca pecah karena terbakar. Lalu, api tiba-tiba terlihat membesar di lantai dua, tepatnya di ruang biro hukum. Embusan angin yang kencang mengakibatkan kebakaran dengan cepat merembet ke bagian lain di lantai dua hingga lantai tiga gedung di sisi barat ini.

Wartawan yang tengah melakukan peliputan dan para pegawai negeri sipil (PNS) berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kebakaran. Sementara sejumlah mobil pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali masih berusaha mencegah api menjalar ke gedung lainya.

Wakil Gubernur Bali Nonaktif I Ketut Sudikerta setelah mengikuti proses pengambilan nomor urut langsung turun ke lokasi kebakaran. Dia memerintahkan pegawai Pemprov Bali untuk menyelamatkan barang-barang yang masih diselamatkan. Sejauh ini belum detahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.

“Yang terpenting saat ini adalah menyelamatkan aset dan berkas berkas berharga. Ada dokumen aset di sini, ada dokumen lain juga yang penting seperti dokumen kontrak, kasus-kasus hukum, dokumen foto-foto. Maka itu harus diselamatkan,” kata I Ketut Sudikerta.

Pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api. Hingga pukul 18.40 Wita, api belum bisa dipadamkan. Akibatnya, lantai dua dan lantai tiga Kantor Gubernur Bali tampak ludes dilalap si jago merah.


Editor : Maria Christina

KOMENTAR

;