Banjir di Kabupaten Tegal Meluas Rendam Ribuan Rumah di 5 Kecamatan

Kastolani · Senin, 12 Februari 2018 - 18:10 WIB

Warga Dukuh Kesemen Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal harus menerobos banjir untuk beraktivitas. (Foto:Facebook).

SLAWI, iNews.id – Banjir yang melanda Kabupaten Tegal terus meluas. Bencana tahunan itu sudah merendam belasan desa yang tersebar di lima kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal menyebut banjir pada musim hujan tahun ini merupakan yang terparah dibanding tahun sebelumnya.

Kelima kecamatan yang dilanda banjir meliputi Kecamatan Dukuhturi, Adiwerna, Kramat, dan Suradadi. Di Dukuhturi, banjir merendam Desa Kupu, Kepandean, dan Sidakaton. Kecamatan Adiwerna (Desa Tembok Banjaran), Kecamatan Kramat (Desa Padaharja, Mejasem Timur, Kemuning, dan Maribaya), serta Kecamatan Suradadi (Desa Jatibogor dan Sidaharja), serta Kecamatan Warureja.

Kepala BPBD Kabupaten Tegal Tejdo Kisworo mengatakan, banjir tahun ini lebih parah karena dipengaruhi curah hujan yang cukup tinggi. Hal itu mengakibatkan beberapa daerah yang semula tidak banjir tahun ini terendam.

"Di beberapa titik banjir sudah mulai surut, tapi ada juga yang masih terendam dengan ketinggian bervariasi antara 50 cm sampai satu meter,” kata Tedjo kepada wartawan di sela-sela meinjau banjir di Kecamatan Suradadi, Senin (12/2/2018).

Selain faktor cuaca, kata Tedjo, banjir juga diperparah dengan meluapnya sejumlah sungai seperti Sungai Cacaban dan Sungai Kemiri. Selain , itu penyempitan anak sungai dan drainase sehingga air sulit mengalir.

Terkait logistik bagi warga terdampak banjir, Tedjo mengatakan, sejumlah dapur umum sudah didirikan BPBD bersama sejumlah instansi lain untuk membantu kebutuhan makan warga meskipun hingga kini belum ada warga yang mengungsi.

Salah seorang warga Desa Kupu, Khotimah mengatakan banjir mulai menggenangi rumahnya pada Minggu (11/2/2018) malam sekitar pukul 23.00 WIB. “Ya, air mulai naik malam hari. Sampai sekarang airnya belum juga surut,” ucapnya.

Dia mengatakan, banjir kali ini merupakan yang kedua setelah pada 2017 lalu. Namun, tahun ini dinilai yang paling parah karena air sampai masuk ke rumah. “Kalau tahun lalu hanya di emperan (teras) saja, sekarang sudah masuk rumah,” katanya.

Warga lainnya, Sriyadi mengatakan banjir merendam puluhan rumah warga di Dukuh Kesemen, Kecamatan Warureja akibat meluapnya Kali Rambut dan Kali Crabak. “Air sudah mulai masuk ke permukiman warga karena dua sungai itu meluap,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki

KOMENTAR

;