Tanah Bergerak di Banjarnegara

BP3 ESDM: Radius 150 Meter dari Pusat Patahan Masuk Zona Bahaya

Elis Novit · Sabtu, 13 Januari 2018 - 08:51 WIB

Petugas membongkar rumah warga yang jadi korban bencana tanah bergerak di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (13/1/2018) pagi. (Foto: iNews/Elis Novit)

BANJARNEGARA, iNews.id - Puluhan rumah di Banjarnegara, Jawa Tengah, rusak dan retak akibat bencana tanah bergerak. Ratusan warga pun masih mengungsi. Balai Pengkajian Pengendalian dan Pengawasan Energi dan Sumber Daya Mineral (BP3 ESDM) menetapkan zona bahaya dalam radius 150 meter dari pusat patahan.

Pergerakan tanah di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, masih terus terjadi hingga Sabtu (13/11/2018) pagi. Kondisi tanah yang labil ditambah curah hujan tinggi menjadi penyebab laju pergekan tanah belum berhenti. Area luasan dampak tanah bergerak yang sebelumnya 50 hektare kini mulai meluas menjadi 100 hektare. Lumpur dan material tanah mulai masuk ke area jalan dan perkampungan warga. Sebanyak 443 warga kini memilih mengungsi,  karena terancam bahaya longsor dan pergerakan tanah.

BP3 ESDM yang melakukan pemeriksaan dan pengecekan di lokasi bencana menetapkan jarak 150 meter dari pusat patahan dan amblesnya tanah sebagai zona bahaya. Kondisi tanah masih terus bergerak saat turun hujan, karena struktur tanah yang mengandung tanah lempung dengan kondisi cukup labil.

 

BACA JUGA:

Pergerakan Tanah di Banjarnegara Terus Meluas, 17 Rumah Dirobohkan

Tanah Bergerak di Banjarnegara, 443 Warga Mengungsi ke 73 Lokasi



“Zona berbahaya mulai dari 140 hingga 150 meter dari pusat patahan. Sementara di area tapal kuda, radius 150 meter sudah ditetapkan sebagai zona bahaya. Mudah-mudahan itu bisa menjadi warning (peringatan) dan diharapkan patahannya bisa berhenti segera, “ ucap Sigit Widiadi, petugas BP3 ESDM.  

Pembongkaran rumah warga hingga saat ini terus dilakukan. Lokasi pemukiman warga yang di huni sedikitnya 55 rumah dinyatakan masuk dalam zona rawan dan bahaya. Warga dibantu tim SAR melakukan pembongkaran rumah untuk menyelamatkan barang-barang dan material bangunan yang masih bisa digunakan.

Sementara untuk menyuplai kebutuhan logistik bagi pengungsi, sejumlah bantuan logistik berupa makanan, obat-obatan dan peralatan rumah tangga kini mulai berdatangan. Pengungsi kini tersebar di 73 titik pengungsian yang ada di sekitar Kecamatan Wanayasa. Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Banjarnegara hingga saat ini terus memantau tingat kebencanaan di lapangan. Warga di sekitar lokasi diminta untuk mengosongkan rumahnya dan mengungsi untuk meminimalisir korban dan kerugian.


Editor : Muhammad Saiful Hadi

KOMENTAR

;