Tanah Longsor Timbun 3 Bangunan Rumah Milik Warga di Blitar

Robby Ridwan · Jumat, 26 Januari 2018 - 10:30 WIB

Tiga bangunan rumah warga di di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang rusak diterjang tanah longsor, Jumat (26/1/2018). (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Blitar, menyebabkan sebuah tebing setinggi 15 meter longsor dan menimpa tiga bangunan rumah milik warga di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (26/1/2018) dini hari tadi. Beruntung pemilik rumah sempat lari saat longsor terjadi. Namun akibat kejadian ini, rumah warga tersebut dalam kondisi hancur dan tidak bisa dihuni kembali.

Tiga bangunan rumah tinggal milik Parno (60), warga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat pagi rusak parah. Tebing setinggi 15 meter yang berada di atas rumah tersebut longsor pascahujan deras yang mengguyur wilayah ini sejak Kamis, 25 Januari 2018, kemarin.

Beruntung, lima orang penghuninya berhasil menyelamatkan diri, meski Parno sempat tertimpa kayu reruntuhan bangunan di tangannya. Menurut Parno, sang pemilik rumah, kejadian berlangsung saat dia bersama istri, cucu dan kedua anaknya tertidur lelap. Tiba-tiba terdengar suara keras menghantam rumahnya, hingga hancur berantakan. Mendengar suara itu, dia dan empat anggota keluarga lainnya langsung keluar rumah.

“Waktu kejadian kelihatannya hujannya itu tak seberapa. Tapi siangnya, sampai jelang malam itu deras sekali. Saat itu saya lagi tidur. Terus tak lama dibangunkan istri saya, eh rumahnya ada longsor,” kata Parno.

Kapolsek Gandusari, AKP Misdi mengatakan, longsor terjadi pada malam hari saat korban tertidur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun rumah korban hancur dan tidak bisa ditempati untuk sementara. Kini warga bersama sejumlah petugas dari Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polisi bahu-membahu membersihkan puing-puing reruntuhan tanah. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Waktu longsor pemilik rumah ada di dalam, yang terdiri dari lima orang yakni suami, istri, anak, menantu dan cucu. Setelah kejadian korban diungsikan warga ke rumah tetangga sekitar yang diperkirakan lebih aman dari longsor,” ucap Misdi.

BPBD Kabupaten Blitar mencatat, selain rumah Parno terdapat sejumlah rumah warga lainnya yang rawan terkena bencana tanah longsor. Karena lokasinya yang berdampingan dengan rumah korban. Kejadian ini merupakan longsor kedua di wilayah tersebut dalam sebulan terakhir.


Editor : Himas Puspito Putra

KOMENTAR

;