Polda Papua Kirim 15 Ton Bahan Makanan ke Kabupaten Asmat

Nathan Making · Rabu, 24 Januari 2018 - 22:06 WIB

Kombes Pol AM Kamal mengawasi bantuan yang akan didistribusikan kepada warga Kabupaten Asmat. (Foto: iNews/Nathan Making)

TIMIKA, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Papua kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kabupaten Asmat yang telah berstatus kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk. Sebanyak 15 ton bahan makanan telah di tampung di Posko Polariut Polres Mimika pada Rabu (24/1/2018) dan akan didistribusikan besok, Kamis 25 Agustus 2018.

Bahan makanan itu rencananya dikirim ke Kabupaten Asmat melalui jalur laut dengan menggunakan dua speedboat milik Polres Mimika. Adapun bantuan bahan makanan yang akan disalurkan antara lain, beras, susu, telur, air minum, susu bayi, ikan kaleng, minyak goreng, biskuit, dan bahan makanan lain. Selain itu, ada bantuan perlengkapan bayi dan ibu seperti pakaian untuk bayi, bedak dan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu memulihkan kondisi warga.

“Kemudian, ada paket bantuan dari Pertamina sebanyak 72 paket yang sudah dikemas dalam bentuk kardus. Nanti, itu akan diberikan kepada setiap KK,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal.

Bantuan tersebut menjadi yang ketiga kalinya didistribusikan oleh Polda Papua ke Kabupaten Asmat. Polda Papua akan memprioritaskan penyaluran bantuan bahan makanan di tujuh distrik dari 19 distrik di Kabupaten Asmat. Adapun ketujuh distrik itu, yakni, Distrik Fayit, Distrik Jetsy, Distrik Aswi, Distrik Siret, Distrik Kolf Braza, Distrik Swerma, dan Distrik Pulau 3.

“Penyaluran bahan makanan baru dilakukan besok karena kondisi cuaca cukup baik. Bantuan tidak bisa disalurkan Rabu dini hari tadi karena cuaca sedang ekstrem,” kata Kombes Pol AM Kamal.

BACA JUGA:

Jokowi Minta Gubernur dan Bupati di Papua Relokasi Warga Asmat

Satgas TNI Gerak Cepat Atasi Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat


Sebelumnya diberitakan, di Kabupaten Asmat, tercatat sudah 67 anak-anak yang meninggal dunia karena campak dan gizi buruk. Pemerintah sudah menetapkan KLB untuk dua kasus penyakit yang selama tiga bulan terakhir merenggut puluhan nyawa anak-anak di kabupaten itu.

Sementara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Senin, 22 Januari 2018 secara khusus sudah meminta pemerintah setempat agar segera merelokasi para korban gizi buruk dan campak yang berada di pedalaman ke wilayah perkotaan. Dengan begitu, korban bisa cepat mendapat penanganan kesehatan yang lebih baik.


Editor : Maria Christina

KOMENTAR

;