2018, LPS: Suku Bunga Simpanan Tak Turun Tajam

Isna Rifka Sri Rahayu · Jumat, 12 Januari 2018 - 21:39 WIB

Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan suku bunga simpanan tahun ini tidak akan turun tajam. Hal tersebut diprediksi berdasarkan dua indikator, yaitu suku bunga acuan Bank Indonesia dan pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga (DPK).

"Melihat dari dua indikator tersebut kita tidak melihat suku bunga simpanan akan turun tajam," kata Kepala Eksekutif LPS, Fauzi Ichsan saat ditemui di Equity Tower, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Secara rinci, ia menjelaskan, suku bunga simpanan ditentukan oleh bagaimana suku bunga acuan Bank Indonesia. Menurut prediksi tim riset LPS, diperkirakan suku bunga 7 days repo rate akan stabil d level 4,25 persen sampai akhir 2018.

"Kalau kita melihat prediksi suku bunga acuan bank sentral yang diolah dan dikeluarkan oleh tim riset kita, kita memperkirakan BI rate stabil di 4,25 persen sampai akhir tahun 2018," ucapnya.

Kemudian tahun ini pertumbuhan kredit perbankan berada di kisaran 10 persen dan pertumbuhan DPK tahun ini terlihat akan berada di kisaran 8 persen. Sementara loan to deposit ratio (LDR) diperkirakan stabil di kisaran 89,4 persen. Jika pun naik hanya sedikit ke level 90,9 persen sampai akhir 2018.

"Bahkan dengan kenaikan LDR dan dengan prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat akan ada tekanan suku bunga global untuk naik," kata dia.

Perlu diketahui, tren suku bunga simpanan tahun ini sudah mulai menurun. Sepanjang periode pengamatan LPS pada evaluasi Januari 2018 komponen Suku Bunga Pasar (SBP) untuk rupiah menunjukkan pergerakan yang stabil pada level 5,21 persen.

Sementara SBP valas pada periode yang sama menunjukkan sedikit kenaikan sebesar 2 bps atau menjadi 0,57 persen. Distance margin yang merupakan ukuran tingkat persaingan bunga antarbank juga stabil pada kisaran yang sama dengan periode sebelumnya yakni masing-masing untuk rupiah sebesar 1,06 persen dan valas sebesar 0,25 persen.

Kemudian LDR bank umum mengalami sedikit kenaikan dari 89,1 persen pada Oktober 2017 dan 89,35 persen pada November 2017. Hal ini disebabkan karena laju pertumbuhan DPK yang melambat lebih besar dari laju pertumbuhan kredit.

Pertumbuhan kredit turun dari 8,26 persen yoy pada bulan Oktober menjadi 7,68 persen pada bulan November. Pada periode yang sama, pertumbuhan DPK juga melambat dari 10,92 persen ke 9,86 persen.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR