2045, Jumlah Lansia di Indonesia Naik Hampir Tiga Kali Lipat

Okezone · Rabu, 14 Februari 2018 - 21:17 WIB

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Indonesia kini masih kesulitan keluar dari negara berkembang menjadi negara maju (middle income trap) sehingga penduduknya berpotensi menua sebelum sejahtera. Indonesia mempunyai waktu 27 tahun lagi untuk keluar dari jebakan tersebut sebelum memasuki fase penduduk usia tua (aging population).

“Pada 100 tahun kemerdekaan jumlah penduduk diperkirakan 321 juta, total fertility rate (angka kelahiran) diperkirakan 2,1 (per 1.000 orang per tahun), usia harapan hidup 73 tahun dan semakin baik, jumlah lansia naik pesat dari 22 juta menjadi 62 juta," kata Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Menurut Bambang, meningkatnya jumlah lansia tersebut membuat rasio ketergantungan penduduk tidak produktif terhadap penduduk produktif semakin meningkat. Dia mengatakan, rasio ketergantungan tersebut akan mencapai 52,3 persen.

BACA JUGA: Bappenas: Jumlah Milenial di Indonesia Capai 90 Juta Orang

Kendati demikian, kata Bambang, fase aging population bisa diundur dengan memperpanjang bonus demografi. Caranya ialah dengan menjaga angka kelahiran di level 2,1 secara nasional sekaligus menurunkan angka kematian bayi (infant mortality rate) secara signifikan di bawah 3 (per 1.000 kelahiran).

"Kalau dua hal ini bisa dilakukan maka bonus demografi bisa sedikit diperpanjang," katanya.

Dia pun berharap, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengubah motto  'dua anak lebih baik' karena itu akan membuat masyarakat berpikir bahwa dua anak saja sudah cukup dan akan lebih baik padahal itu akan membuat indonesia semakin cepat memasuki fase aging population seperti Jepang dan China.

Sebelum memasuki masa aging population, pemerintah mengaku sudah mempunyai rencana jangka panjang untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap. Pemerintah ingin Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur, manusianya unggul, berbudaya dan menguasai iptek, ekonomi maju, dan sustainable, secara politik sudah menjadi negara yang makin demokratis, kuat dan bersih.

"Indonesia naik kelas dari middle income jadi high income dan mulai fase negara maju kalau kita tumbuh 5% saja, sampai 2038. Kita bisa graduate jadi high income country. Untuk jaga-jaga maka kita harus siapkan, jangan sampai kita belum kaya ketika pensiun," ucapnya. (Lidya Julita Sembiring)


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR