BEI Dorong Perusahaan Keluarga untuk IPO

Antara · Rabu, 14 Februari 2018 - 17:58 WIB

Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan keluarga (family business) untuk melantai di pasar modal. Aksi perusahan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dinilai dapat menghindari polemik yang berpotensi timbul di perusahaan keluarga khususnya terkait kepemilikan saham.

"IPO merupakan salah satu sarana bagi perusahaan keluarga untuk menghindari konflik, karena pada umumnya pendiri perusahaan merupakan orang tua yang akan mewariskan perusahaannya" ujar Senior Executive Vice President, Head of Potential Issuer Development BEI, Umi Kulsum di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Melaui IPO, kata Kulsum, perusahaan juga akan memperoleh akses pendanaan lebih luas dalam rangka mengembangkan usaha. Selain itu, perusahaan juga  bisa menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good governance corporate/GCG) sehingga mendongkrak citra perusahaan tersebut.

"Dengan perusahaan melakukan IPO, maka perusahaan akan didorong untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, dan juga dipantau kinerjanya oleh publik," katanya.

Ia menambahkan bahwa dengan mencatatkan diri sebagai emiten di BEI, perusahaan juga akan mendorong sumber daya manusia (SDM) di dalam perusahaan tersebut untuk bekerja secara profesional. Dengan begitu, perusahaan dapat terus melangsungkan bisnisnya dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan sama, Chief Financial Officer (CFO) Tower Bersama Group, Helmy Yusman Santoso mengatakan salah satu keuntungan dari perusahaan melakukan IPO adalah akses pendanaan akan menjadi lebih mudah baik di dalam negeri maupun global.

"Setelah IPO, perusahaan dapat menerbitkan surat utang (obligasi) baik di dalam negeri dan luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, Panca Arief Jatmika Head of Valuation BDO Indonesia, sebuah firma akuntansi menjelaskan, bagi perusahaan keluarga yang akan IPO harus melalui tiga tahap, yakni penelaahan, persiapan, dan pelaksanaan IPO.

Ia menyebut, proses penelaahan dimulai dengan memahami perusahaan melalui penilaian faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi kesuksesan untuk melakukan IPO.

"Penelaahan akan membantu memahami posisi perusahaan, masa depan serta prospek bisnis perusahaan," katanya.

Untuk tahap persiapan IPO, lanjut dia, perusahaan melakukan valuasi saham, restrukturisasi, dan pencarian calon investor. Dan tahap terakhir yakni melaksanakan IPO lalu kemudian bisa menggunakan dana IPO untuk melakukan ekspansi bisnis.


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR