BPS Pertimbangkan Sensus Penduduk untuk WNI di Luar Negeri?

Ade Miranti Karunia Sari · Rabu, 14 Februari 2018 - 15:12 WIB

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto (Foto: iNews.id/Ade)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) hingga kini belum pernah melakukan sensus penduduk untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri. Alasannya, karena keterjangkauan serta jumlah WNI di luar negeri yang masih minim.

Tetapi, BPS masih mempertimbangkan untuk melakukan sensus bagi WNI yang ada di negara lain. Terutama, sistemnya sendiri pada 2020 sudah bisa dilakukan secara mobile. "Kita masih membicarakan ini pada kedutaan besar," ucap Kepala BPS Suhariyanto, saat ditemui dalam acara Kick Off Meeting Sensus Penduduk 2020 di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

BPS mengungkapkan, tantangan sensus penduduk pada 2020 mendatang tidak semudah semasa tahun 1980. Apalagi jumlah penduduknya terus bertambah. "Tantangan akan berat, karena pada 2020, proyeksi jumlah penduduknya sudah 271 juta," katanya.

Tantangan berikutnya, pada tahun tersebut perkembangan teknologi atau digital semakin berinovasi sehingga BPS perlu penyesuaian. Apalagi, mobilitas masyarakat terus bergerak, tidak hanya satu wilayah atau tempat saja.

"Tantangan berikutnya, yaitu tadi kemajuan teknologi dan mobilitas penduduk semakin tinggi dan susah ditemui sehingga kalau kita hanya menggunakan kuisioner kertas saja ngejarin mereka akan luar biasa kan," ujarnya.

Karena itu itu, BPS ke depan akan menggunakan sistem Computer Assisted Personal Interview (CAPI) dan Computer Assisted Web Interview (CAWI). Adanya sistem tersebut, masyarakat bisa mengakses secara mobile melalui smarthphone. Dengan menggunakan metode tersebut, maka konsekuensinya akan ada anggaran yang besar yang dikeluarkan.

"Tetapi, dengan CAPI dan CAWI, ada web yang mereka bisa isi. Bisa melalui tablet atau handphone," ucapnya.

Dia memaparkan, ada 1 juta petugas yang dilibatkan dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020. Dari jumlah tersebut 800 ribu petugas di antaranya akan terjun langsung ke lapangan melakukan sensus menggunakan metode manual. "Kita juga menggunakan cara tradisional juga untuk mensensus mereka (penduduk)," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR