Bulog Masih Pikir-Pikir, Bawang Merah Petani Diserap Kementan

Sindonews · Jumat, 12 Januari 2018 - 14:18 WIB

Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

BREBES, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot produksi bawang merah di seluruh Indonesia, salah satunya Kabupaten Brebes. Sebagai sentra produksi bawang merah, petani Brebes telah menghasilkan bawang merah sebesar 33.933 ton pada Desember 2017.

Namun lantaran terjadi panen serentak di seluruh Indonesia, harga bawang merah anjlok. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) yang diminta Kementan untuk menyerap bawang merah petani pada harga Rp15.000 per kg mengaku masih ‘pikir-pikir’. Oleh karena itu, Kementan berinisiatif melakukan pembelian bawang merah melalui Toko Tani Indonesia (TTI) sebanyak 40 ton secara bertahap selama sebulan.

"Kami beli bawang merah petani brebes, sehingga para petani diharapkan masih bisa menerima keuntungan," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi, ketika mengunjungi petani bawang merah di Brebes, Jumat (12/1/2018).

Baca juga: Bulog Masih Pikir-Pikir Serap Bawang Merah Petani

Agus mengatakan, harga bawang merah di tingkat petani saat ini sekitar Rp11.500 per kilogram (kg) untuk bawang merah ukuran super sedangkan Kementan membeli dengan harga Rp13.000 per kg.

Selain itu, selaku vendor TTI (Tatis Setiawan) pada Rabu dan Kamis (10-11/1/2018) melakukan pembeliaan Bawang Merah langsung dari petani total sebanyak 15 ton di Desa Keboleden, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes dengan harga Rp13.000 per kg.

Sedangkan harga di tingkat petani/produsen menurut Nasrudin salah seorang petani bawang merah untuk jenis super sebesar Rp11.500 per kg, untuk jenis sedang Rp8.000-9000 per kg, dan untuk ukuran kecil Rp7.000 per kg.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepakat untuk mengambil keputusan demi mengatasi harga bawang merah di Brebes, Jawa Tengah yang saat itu hanya Rp4 ribu per kg.

"Kami sepakat Bulog menyerap harga Rp15 ribu. Berapa pun diserap, sudah dengan Menteri BUMN sepakat menyerap sampai harga netral karena itu perintah Presiden," kata Amran seusai rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upaya Khusus (Upsus) 2017 di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi belum menyatakan kesiapannya untuk menyerap dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Menurut dia, serapan bawang merah akan dilakukan dengan kerangka komersial atau mempertimbangkan keuntungan perusahaan.

"Bawang kami beri dengan kerangka komersial. Bawang itu mutarnya cepat, kalau kami beli, tapi tidak bisa kami jual, terpaksa kami buang, kami tidak ingin itu terjadi, harus balancing lah," kata Andrianto.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR