Di Balik Miliarder Sukses, Ada Ibu yang Hebat

Rahmat Fiansyah · Jumat, 12 Januari 2018 - 16:18 WIB

Pemilik Virgin Group, Richard Branson.

LOS ANGELES, iNews.id – Richard Branson dan Elon Musk mungkin memiliki usia dan lingkungan tempat tinggal yang berbeda, namun kedua self-made miliarder ini sama-sama memiliki mimpi besar, yaitu membawa penduduk bumi berwisata ke luar angkasa.

Branson, Pendiri sekaligus Pemilik Virgin Group, yang kini berusia 67 tahun tengah mempersiapkan penerbangan komersial pertama ke luar angkasa lewat Virgin Galactic. Selain itu, dia juga berencana membangun kereta cepat bawah tanah (high-speed underground railways) melalui Virgin Hyperloop One.

Sementara Musk saat ini telah memiliki perusahaan mobil listrik Tesla dan tengah menyiapkan sebuah proyek untuk membawa manusia ke luar angkasa dan mengkolonisasi planet lain melalui program SpaceX.

Mimpi besar kedua miliarder ini tidak terlepas dari pola asuh orang tua, terutama ibu. Keduanya sama-sama memiliki ibu yang mengajarkan pelajaran penting dalam proses pengembangan karakter anak yang sangat dibutuhkan bagi self-made miliarder alias menjadi kaya bukan karena harta warisan orang tua, untuk memiliki visi besar.

“Ketika saya masih muda, jika saya tidak berolahraga mengangkat beban, ibu saya pasti akan mengatakan, ‘angkat kaos kakimu, Ricky!,” tulis Richard Branson dalam tulisan terbaru di blog miliknya, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (12/1/2018).

Eva Branson: Hidup Terlalu Singkat untuk Takut Terbang Tinggi

Eva Branson yang kini berusia 95 tahun merupakan seorang filantrop asal Inggris sekaligus seorang penulis yang gemar berpetualang sejak muda. Dia tercatat dalam daftar Women’s Royal Naval Service (WRENS) karena terlibat untuk membantu Inggris dalam Perang Dunia ke-2.

“Ibu selalu mengatakan kepada saya bahwa hidup kita terlalu singkat untuk takut terbangi tinggi,” kata Branson.

Branson mengatakan ibunya tidak pernah memperlakukannya sebagai anak kecil. Malahan, kata dia, ibunya memberikan tantangan kepadanya untuk menjadi manusia yang rendah hati dan mengerjakan apapun yang Branson inginkan.

“Ibu saya adalah tipikal petualang. Dia sangat menginginkan kami untuk teguh terhadap impian dan tidak terkungkung (mollycoodled),” katanya.

Dalam postingannya yang lain, Branson mengatakan bahwa dia sering terperangah dengan sebagian orang yang menghabiskan lebih banyak waktunya untuk meratapi kegagalan di masa lalu daripada mengarahkan energinya kepada proyek baru,” karena ibunya selalu mengajarkannya untuk “jangan menyesali hal yang sudah terjadi, segera move on pada sesuatu yang baru.”

Branson menambahkan bahwa dia mengaku sangat beruntung memiliki orang tua yang suportif.

“Ibu selalu menginsipirasi saya untuk mencoba hal-hal baru dan tidak pernah takut dengan apa yang terjadi di masa depan,“ ujarnya.

Dia pun mendorong orang lain untuk mengikuti apa yang orang tuanya ajarkan kepadanya karena pengusaha di masa depan harus dididik dan didorong untuk mengeluarkan potensi terbaiknya.

Maye Musk: Semakin Keras Kamu Bekerja, Kamu Semakin Ahli dan Keberuntungan Semakin Dekat.

Meski Musk pernah menyatakan bahwa dia “dibesarkan oleh buku” lalu kemudian orang tuanya, Musk masih mendapatkan dukungan dari ibunya, Maye Musk.

Maye merupakan seorang model, ahli gizi, dan suporter setia ketiga anaknya yang mengambil jalan bisnis: Elon, Kimbal, dan Tosca Musk. Musk bersaudara harus berterima kasih pada ibunya yang mengajarkan mereka di masa muda tentang pentingnya menciptakan peluang.

“Mereka tumbuh dengan mengetahui bahwa kamu bekerja keras, dan semakin kamu bekerja keras, kamu semakin ahli dan keberuntungan lebih dekat dengan kamu. Mereka juga harus bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, karena mereka harus membantu saya,” kata Maye tahun 2015.

Ketika Musk bersaudara masih muda, model merupakan pekerjaan sampingan bagi Maye sebagai orang tua tunggal yang membesarkan anak-anaknya dengan bantuan dari saudara-saudaranya.

Maye yang saat ini berusia 69 tahun, terus menginspirasi keluarganya dengan tetap memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR