Dolar AS Kembali Jatuh Menyusul Komentar Powell

Ranto Rajagukguk · Rabu, 14 Februari 2018 - 07:22 WIB

Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)

NEW YORK, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) turun terhadap mata uang utama lainnya pada hari Selasa 13 Februari 2018 waktu setempat, menyusul pernyataan Federal Reserve yang mewaspadai risiko stabilitas keuangan setelah kondisi pasar yang terjadi baru-baru ini.

"Kami akan tetap waspada terhadap risiko pengembangan stabilitas keuangan," kata Ketua The Fed Jerome Powell dalam acara serah terima seremonial, seperti mengutip Xinhua, Rabu (14/2/2018).

Ini adalah ucapan terbuka pertama yang Powell buat sejak menjabat sebagai kepala bank sentral seminggu yang lalu. Sejak saat itu, pasar saham AS telah memasuki jalan yang bergelombang, dengan indeks saham utama turun lebih dari 10 persen.

"Mempertahankan keuntungan penting dalam peraturan keuangan sambil berusaha memastikan bahwa kebijakan kami seefisien mungkin," tutur Powell

Dia juga menegaskan, bank sentral akan secara bertahap menaikkan suku bunga dan mengembalikan neraca keuangannya, menyusul pemulihan global yang kuat.

Analis mengatakan, ucapan Powell membantu menenangkan investor dan membuat dolar AS kurang menarik.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,56 persen pada 89,707 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2363 dolar AS dari 1,2285 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik ke 1,3886 dolar AS dari 1,3830 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi 0,7859 dolar AS dari 0,7845 dolar AS.

Dolar AS membeli 107,68 yen Jepang, lebih rendah dari 108,68 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS merosot ke 0,9342 franc Swiss dari 0,9389 franc Swiss, dan dolar turun menjadi 1,2594 dolar Kanada dari 1.2603 dolar Kanada.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR