Harga Beras Melambung, Pemerintah Diminta Operasi Pasar Besar-besaran

Andik Sismanto · Jumat, 12 Januari 2018 - 21:58 WIB

Ilustrasi (Foto: iNews.id)

SEMARANG, iNews.id - Pemerintah diminta melakukan langkah konkret dengan memulai operasi pasar (OP) besar-besaran untuk menekan harga beras yang semakin melambung tinggi.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan, pergerakan harga beras sejak bulan Desember tahun 2017 sampai hari ini masih mengalami kenaikan cukup signifikan. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah pengendalian harga di tingkat konsumen.

Dia menilai, OP sudah sangat dibutuhkan mengingat harga beras saat ini jauh dari harga eceran tertinggi (HET). "Saya ingin menyampaikan, saat ini kondisi harga beras sangatlah tinggi. Oleh karena itu sudah saatnya pemerintah melakukan operasi pasar, secara menyeluruh di wilayah-wilayah terjadi kenaikan harga beras," katanya, di Semarang, Jumat (12/1/2018).

Meski kenaikan harga beras sudah menjadi rutinitas tahunan saat musim paceklik, namun hal itu bukan menjadi alasan bagi pemerintah untuk berpangku tangan. Masyarakat sudah sangat resah dengan kenaikan harga beras yang menjadi bahan pangan utama itu.

"Waktunya kapan? Ya sekarang ini. Tidak perlu menunggu-nunggu lagi," kata ketua MPR RI ini.

Dari hasil pantauan, harga beras kelas medium berada di kisaran Rp10.500 di atas HET yang hanya Rp9.450 per kilogram dan kelas premium di kisaran harga Rp11.500 per kilogram bahkan bisa lebih.

Di tempat terpisah, Kepala Perum Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari mengatakan, Bulog sudah menyiapkan 30 ribu ton beras untuk melakukan OP di titik-titik penghitungan inflasi. Dia menjelaskan, sejak digelontorkan pada 9 Januari lalu, realisasi penyerapan beras dalam OP sudah mencapai 17 ribu ton lebih atau sekitar 58.29% dari target sebesar 30 ribu ton.

OP yang Bulog gelar di pasar tradisonal pencatatan dan non-pencatatan BPS maupun, pemukiman penduduk, serta Rumah Pangan Kita (RPK).

"Total kita sudah menggandeng 228 pedagang. Dan hasilnya cukup baik, paling tidak harga beras tidak naik terus menerus," katanya.

Ia menambahkan, OP akan dilakukan sampai bulan Maret mendatang, atau saat datanganya panen raya para petani.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR