HIMKI Gandeng BUMN Kejar Target Ekspor Furnitur

Isna Rifka Sri Rahayu · Rabu, 10 Januari 2018 - 17:18 WIB

Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan, ekspor mabel dan kerajinan selama 2014-2019 mencapai 5 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Adapun 3,2 miliar dolar AS di antaranya berasal dari ekspor mebel, sementara kerajinan 1,8 miliar dolar AS.

Demi mendorong ekspor agar bisa mencapai target, maka diperlukan promosi melalui pameran-pameran bertaraf internasional.

"Pada awal tahun ini di Jerman ada IMM Cologne kami akan lakukan kegiatan pameran tanggal 15-21 Januari 2018. Ini pameran keenam yang dilakukan HIMKI dengan dukungan dari pemerintah," kata Sekertaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur dalam konferensi pers di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Selain upaya tersebut, HIMKI juga terus memastikan suplai bahan baku aman sampai ke industri. Di sisi lain, pihaknya memeperbaiki teknologi dengan peremajaan alat, menggalakkan design development, hingga melakukan vokasi atau melatih pengelolaan keterampilan.

"Kita juga minta kepada pemerintah untuk kembali melihat mengenai suku bunga, ada masalah law enforcement, dan lain-lain. Tapi yang paling penting adalah kegiatan pemasaran," ucapnya.

Dibandingkan pameran yang dilakukan tahun lalu, kini HIMKI disponsori oleh lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Telkom Indonesia, PT PLN, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI. Sebab pada Maret 2017, Menteri BUMN, Rini Soemarno menyatakan dukungannya untuk membantu pertumbuhan industri mabel dan kerajinan serta supaya BUMN bisa lebih proaktif.

"Di mana ini suatu kebanggaan untuk kami saat APBN belum bisa support lebih besar. Mestinya anggaran pameran ini disediakan oleh Kemendag dan kementerian terkait tapi faktanya tidak demikian. Mungkin karena anggarannya habis atau apa. Alhamdulillah BUMN bisa terlibat kali ini.," tuturnya.

Diharapkan dengan adanya pameran ini bisa mempromosikan dan memasarkan produk furnitur Indonesia agar lebih dikenal di kancah internasional. Begitu juga untuk mencari pembeli tetap yang berpotensi untuk membuat pesanan yang berkelanjutan.

Peluang ekspor produk mebel dan kerajinan Indonesia sangatlah besar. Apalagi masyarakat Eropa menyukai produk-produk buatan tangan yang memiliki ciri khas tersendiri. Di sisi lain, peluang pasar di dunia masih sangat tinggi sehingga diperkirakan permintaannya terus mengalami peningkatan.

Data impor dunia terhadap produk furnitur pada 2016 sekitar 148 miliar dolar AS atau naik 10,4 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi global juga semakin baik sehingga diharapkan bisa mendorong ekspor produk mabel dan kerajian untuk mencapai target di tahun 2019.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR