Inflasi AS Memanas, Bursa Wall Street Dibuka Turun

Rahmat Hidayat · Rabu, 14 Februari 2018 - 22:33 WIB

Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

NEW YORK, iNews.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka turun pada perdagangan Rabu (14/2/2018) waktu setempat setelah investor merespon data inflasi Januari yang dirilis beberapa jam sebelum pasar dibuka.

Tiga Indeks utama bursa Wall Street dibuka melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 127 poin. Indeks S&P 500 turun 0,4 persen ditarik sektor energi sementara Nasdaq Composite juga turun 0,3 persen.

Indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi AS pada bulan Januari mencapai 0,5 persen, lebih tinggi daripada perkiraan para analis yang disurvei Reuters yang memperkirakan inflasi 0,3 persen secara bulanan. Namun, investor masih mencerna data penjualan ritel bulan lalu yang lebih lemah dari yang diperkirakan.

“Anda sudah mendapatkan skenario terburuk dengan data ekonomi ini. Anda mendapatkan angka IHK yang lebih panas dan penjualan ritel yang lebih melemah. Tapi sayangnya, investor lebih fokus pada data IHK dari yang seharusnya karena melihat data pertumbuhan upah sebelumnya,” ujar Art Hogan, Chief Market Strategist di B.Riley FBR seperti dikutip dari CNBC, Rabu.

Inflasi inti yang mengukur daya beli masyarakat Amerika, terutama untuk berbelanja bensin, menyewa tempat tinggal, dan biaya kesehatan, adalah kenaikan yang tercepat dalam satu tahun terakhir meski inflasi AS secara year-on-year tidak berubah di level 1,8 persen.

Namun, data penjualan ritel bulan lalu secara mengejutkan justru turun sebesar 0,3 persen, lebih rendah daripada perkiraan analis yang berharap adanya pertumbuhan 0,2 persen. Kontraksi tersebut merupakan penurunan paling besar dalam hampir setahun terakhir.

Rilis data inflasi ini juga mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS diperdagangkan lebih tinggi di kisaran 2,88 persen. Padahal, sebelum data inflasi dirilis, yield obligasi masih berada di kisaran 2,82 persen.

Perhatian para investor terhadap meningkatnya inflasi AS membuat bursa Wall Street bergejolak dalam beberapa hari belakangan ini. Pada minggu lalu, tiga indeks utama bursa AS ditutup anjlok lebih dari 5 persen dalam waktu 5 hari dengan Indeks Dow Jones mencatatkan performa terburuk sejak awal tahun.


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR