Ini Penyebab Gates Lengser dari Urutan Pertama Orang Terkaya Dunia

Isna Rifka Sri Rahayu · Sabtu, 13 Januari 2018 - 19:05 WIB

Bill Gates (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Pendiri Amazon, Jeff Bezos sekarang memiliki kekayaan 105,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) sehingga mampu menyalip pendiri Microsoft, Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia. Bezos pertama kali menyalip Gates pada Oktober kemarin, di mana saat itu kekayaannya mencapai 93,8 juta dolar AS.

Padahal Gates sudah memegang gelar ini sejak 1995 dengan total kekayaan 12,9 miliar dolar AS. Sementara saat ia masih berumur 31 tahun di 1987 sudah dinobatkan sebagai miliarder termuda.

Mengutip CNBC, Minggu (13/1/2018), alasan sederhana kenapa Gates tak lagi menjadi orang terkaya urutan pertama di dunia, bukan karena pertumbuhan Amazon yang luar biasa. Namun, Gates memutuskan untuk memberikan banyak uangnya untuk beramal.

Tahun 2000 ketika Gates mundur dari jabatan CEO Microsoft, ia mendirikan sebuah yayasan amal bernama Bill dan Melinda Gates Foundation bersama istrinya. Yayasan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup orang-orang di berbagai belahan dunia.

Sejak saat itu, pasangan tersebut mulai fokus melakukan kegiatan-kegiatan sosial dengan menyumbangkan 2,9 miliar dolar AS secara tunai dan 700 juta saham Microsoft untuk amal. Keduanya berencana untuk menghabiskan kekayaannya untuk memperbaiki berbagai persoalan di dunia dengan serius.

Tidak hanya itu, Gates juga mengajak orang kaya lainnya untuk melakukan hal yang sama. Pada 2010, pasangan Gates bekerja sama dengan sesama miliarder, Warren Buffett, untuk memulai The Giving Pledge.

The Giving Pledge merupakan sebuah gerakan yang diikuti orang-orang kaya untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaan mereka untuk amal. Lebih dari 150 jutawan dan miliarder telah ikut serta dalam gerakan tersebut, termasuk Mark Zuckerberg, Richard Branson, dan Elon Musk.

"Kami berkomitmen untuk menyumbangkan sebagian aset kami ke Bill dan Melinda Gates Foundation untuk membantu menghentikan kematian yang dapat dicegah dan untuk mengurangi pembatas terhadap kesehatan dan pendidikan yang menghalangi orang menikmati sebagian besar hidup mereka. Prinsip hidup kami adalah membuat seluruh kehidupan bernilai sama," tulis Gates dalam surat perjanjian tersebut.

Gates melalui yayasan sosialnya telah mengikuti berbagai isu dan proyek global sejak tahun 2000 dan telah mengirim lebih dari 20.000 anak ke perguruan tinggi. Baru-baru ini Bill dan Melinda telah menggelontorkan jutaan dolar AS untuk melawan alzheimer. Dana tersebut diberikan untuk perempuan di negara-negara berkembang dan mempromosikan inisiasi kesehatan global di seluruh dunia.

Pasangan Gates juga melakukan pemberantasan polio dengan menyumbangkan 3 miliar dolar AS untuk membantu menghilangkan penyakit ini. Ditargetkan pada 2020, Gates percaya wabah polio terakhir bisa diberantas habis.

"Kemajuan dalam memberantas polio mungkin menjadi salah satu rahasia terbaik dunia dalam kesehatan global," katanya dalam surat tahunan yayasan pada 2017 kemarin.

Ia berharap hal tersebut bisa menjadi lebih rahasia lagi. "Jika keadaan tetap stabil di daerah konflik maka umat manusia bisa melihat polio terakhirnya tahun ini," ujarnya.

Sejak 2007, Gates Foundation telah menyumbangkan sumber daya teknis dan pendanaan untuk membantu mengkampanyekan vaksinasi. Begitu pun dengan memberikan kemitraan imunisasi rutin dan polio serta membantu mendanai vaksin yang lebih efektif.

Seandainya Gates masih memegang aset yang dia berikan untuk yayasan tersebut, mungkin nilainya diperkirakan sekitar 150 miliar dolar AS hari ini, menurut Bloomberg. Namun, ia lebih memilih untuk menggunakan uangnya untuk dipergunakan dengan baik.

"Kami telah diberkati dengan keberuntungan yang di luar ekspektasi kami yang paling liar, dan kami sangat berterima kasih," tulis Bill dan Melinda dalam surat The Giving Pledge mereka. "Tapi sama seperti hadiah ini yang sangat bagus, jadi kami merasa bertanggung jawab untuk menggunakannya dengan baik."


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR