Investor Cermati Rilis Laba Kuartalan, Wall Street Dibuka Menguat

Ranto Rajagukguk · Jumat, 12 Januari 2018 - 22:21 WIB

Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat menyusul dirilisnya laporan laba perusahaan di kuartal keempat tahun 2017.

Mengutip CNBC, Jumat (12/1/2018), Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencetak rekor dengan naik 150 poin. Indeks S&P 500 juga tercatat menguat 0,3 persen dengan sektor energi berkinerja paling moncer, dan Indeks Komposit Nasdad diperdagangkan bergerak ke atas.

JP Morgan Chase, BlackRock dan Wells Fargo semuanya melaporkan hasil laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Laba perusahaan yang masuk indeks S&P 500 diperkirakan akan meningkat 11,2 persen pada kuartal keempat tahun lalu. 11 sektor di S&P 500 diperkirakan akan mencatat kenaikan pendapatan, menurut FactSet. Ini akan menjadi yang pertama kalinya sejak 2011 bahwa semua sektor di S&P 500 membukukan pertumbuhan penjualan dan laba pada kuartal yang sama.

Pasar saham mendapat momentum dari kinerja 2017 yang positif dan berlanjut sampai hari ini. Indeks S&P 500 dan Nasdaq telah ditutup lebih rendah hanya sekali tahun ini, sementara Dow jatuh hanya dua kali.

"Dinamika yang paling penting untuk dipusatkan di pasar adalah pertumbuhan," kata Sandip Bhagat, kepala investasi di Whittier Trust.

Dia mengakui bahwa risiko terhadap reli memang ada. "Namun kecil kemungkinan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi yang kita lihat."

Data terakhir menunjukkan bahwa ekonomi AS mulai meningkat. Departemen Tenaga Kerja mengatakan, Indeks Harga Konsumen tidak termasuk komponen makanan dan energi bergejolak naik 0,3 persen bulan lalu. Itu merupakan kenaikan terbesar pada CPI inti sejak Januari.

Yield treasury menguat lebih tinggi menyusul rilis data. Yield dua tahun turun di atas 2 persen untuk pertama kalinya sejak September 2008. 

Saham Facebook turun 4 persen setelah CEO Mark Zuckerberg mengatakan, perusahaan media sosial tersebut membuat perubahan besar bagi News Feed-nya.

"Masih terlalu dini untuk mengetahui dampak penuh dari perubahan ini, dan kami tidak menyesuaikan angka apa pun sekarang, namun ini membuat risiko pada data keuangan Facebook. Mungkin saja perubahan ini akan menurunkan beban iklan di News Feed," analis JP Morgan, Doug Anmuth mengatakan dalam catatannya.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR