Jelang Imlek, IHSG Dibuka Aman di Zona Hijau

Ranto Rajagukguk · Kamis, 15 Februari 2018 - 09:29 WIB

Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)

JAKARTA, iNews.id - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang tahun baru Imlek atau pada perdagagan Kamis (15/2/2018), melanjutkan penguatan dari akhir sesi sebelumnya. Saat premarket IHSG menguat 21,50 poin atau 0,32 persen ke 6.615.90.

Menuju pukul 09.01 WIB, IHSG terus melaju dengan terkerek naik 23,72 poin atau 0,36 persen ke 6.618,11. Dari 225 saham yang diperdagangkan, 131 di antaranya menguat, 20 melemah dan 74 stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat 10.291 kali dengan nilai transaksi Rp202,13 miliar dan 236,17 lembar saham diperjualbelikan.

10 sektoral penggerak IHSG seluruhnya menguat dengan tambang menjadi subindeks berkinerja terbaik. Sektor tambang tercatat menguat 1,57 persen atau 30,87 poin.

Kontributor lain yang mendorong laju IHSG adalah sektor industri dasar yang naik 0,60 persen atau 4,43 poin, infrastruktur naik 0,49 persen atau 5,67 poin, perdagangan naik 0,43 persen atau 4,11 poin, dan properti naik 0,42 persen atau 2,25 poin.

Adapun saham yang masuk daftar top gainers, yaitu PT Indika Energy Tbk (INDY) naik Rp60 atau 1,39 persen ke Rp4.390, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik Rp110 atau 3,03 persen ke Rp3.740, PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik Rp45 atau 3,73 persen ke Rp1.250 dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) naik Rp25 atau 2,82 persen ke Rp910.

Sementara, saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp75 atau 0,77 persen ke Rp9.625, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp30 atau 0,78 persen ke Rp3.830, PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) turun Rp30 atau 1,69 persen ke Rp1.745, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) turun Rp10 atau 0,69 persen ke Rp328.

Pasar saham Asia menguat pada hari Kamis, mencoba mengekor reli di Wall Street menyusul rilis data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan semalam.

Indeks Nikkei 225 naik 1,14 persen atau 242,61 poin, di awal perdagangan. Indeks acuan berada di bawah tekanan pada sesi terakhir kemarin, ditutup turun 90,51 poin, setelah dolar jatuh ke posisi terendah 15 bulan terhadap yen selama jam perdagangan Asia pada hari Rabu.

Di sisi data, permintaan mesin utama Desember Jepang turun 11,9 persen, kata Reuters. Capaian itu lebih besar dari penurunan rata-rata 2,3 persen yang diproyeksikan.

Di Sydney, Indeks S & P/ASX 200 naik 0,81 persen, dengan sektor energi, material dan emas menjadi sektor dengan kinerja terbaik di pagi hari. Mayoritas saham tambang lebih tinggi sejak bel pembukaan perdagangan dengan Rio Tinto naik 2,59 persen dan BHP menguat 3 persen.

Perusahaan asuransi Australia Suncorp turun 3,08 persen setelah melaporkan bahwa laba bersih paruh tahun kedua turun 15,8 persen menjadi 452 juta dolar Australia (358 juta dolar AS), di bawah perkiraan Thomson Reuters I/B/E/S sebesar 486 juta dolar Australia.

Korporasi lainnya yang akan merilis pendapatan pada hari Kamis, Sapporo Holdings dan Asahi Group Holdings dari Jepang.

Pasar di China, Korea Selatan, Taiwan dan Vietnam ditutup pada hari Kamis untuk liburan Tahun Baru Imlek.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR