Kekhawatiran Pasokan Minyak Berlebih, Harga Minyak Bergerak Variatif

Ranto Rajagukguk · Rabu, 14 Februari 2018 - 07:18 WIB

Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Harga minyak ditutup mixed pada hari Selasa 13 Februari 2018 waktu setempat karena Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan pasokan minyak global akan melampaui permintaan tahun ini.

Mengutip Xinhua, Rabu (14/2/2018), menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh IEA pada hari Selasa, produksi yang naik cepat di negara-negara non-Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), kemungkinan akan tumbuh lebih dari permintaan pada 2018.

Pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun 2018 telah meningkat menjadi 1,4 juta barel per hari (bph), sebagian karena perkiraan optimis produk domestik bruto (PDB) dari IMF, kata IEA.

Di sisi penawaran, faktor utamanya adalah produksi minyak AS. Semua indikator yang menunjukkan bahwa pertumbuhan cepat di AS terus berjalan sempurna. Meningkatnya harga membuat pengeboran sering dilakukan, dan banyak pekerjaan diselesaikan. Selain itu, kondisi tersebut mendorong peningkatan produksi minyak dan lebih banyak lindung nilai.

OPEC, bagaimanapun, mengatakan pada hari Senin bahwa permintaan minyak dunia akan tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada 2018 karena ekonomi dunia yang sehat, menandakan ada potensi pembalikan arah terhadap upaya memperketat pasar melalui pemangkasan produksi.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun 0,10 dolar AS menjadi menetap di 59,19 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman April bertambah 0,13 dolar AS menjadi ditutup pada 62,72 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR