Makin Perkasa, Rupiah Jauhi Posisi Rp13.600 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk · Kamis, 15 Februari 2018 - 08:41 WIB

Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan, Kamis (15/2/2018) menguat signifikan menyusul jatuhnya dolar yang terimbas data inflasi Amerika Serikat (AS). Rupiah akhirnya berhasil menjauhi level Rp13.600-an per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 08.25 rupiah menguat 68 poin atau 0,50 persen menjadi Rp13.561 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan ke level Rp13.595 per dolar AS.

Posisi rupiah di akhir sesi kemarin bergerak ke Rp13.629 per dolar AS. Rentang pergerakan rupiah untuk hari ini Rp13.560-13.595 per dolar AS.

Adapun Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 69 poin atau 0,51 persen menjadi Rp13.555 per dolar AS. Posisi di pembukaan, rupiah sempat menetap ke Rp13.626 per dolar AS.

Di akhir perdagangan kemarin rupiah sempat mampir ke Rp13.624 per dolar AS. Rata-rata pergerakan rupiah hari ini adalah Rp13.555-13.626 per dolar AS.

Kurs dolar AS turun terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu 14 Februari 2018 waktu setempat, karena investor mencermati laporan ekonomi negara yang baru dirilis.

Mengutip Xinhua, Kamis (15/2/2018), Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,5 persen pada Januari pada basis penyesuaian musiman, mengalahkan konsensus pasar 0,3 persen, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada hari Rabu. Selama 12 bulan terakhir, indeks barang semua naik 2,1 persen.

Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang bervolatilitas, harga konsumen inti naik 0,3 persen pada Januari, di atas ekspektasi pasar 0,2 persen. Dalam 12 bulan sampai Januari, IHK inti meningkat 1,8 persen.

Sementara itu, perkiraan pendahulan penjualan ritel dan layanan makanan AS untuk Januari 2018 mencapai 492,0 miliar dolar AS, turun 0,3 persen dari bulan sebelumnya, kehilangan perkiraan pasar dengan kenaikan 0,3 persen, Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Rabu.

"Ini adalah laporan yang benar-benar mengerikan, dengan penjualan turun hampir 1 persen dari perkiraan antara koreksi Januari dan revisi Desember," kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,65 persen pada 89.124 pada akhir perdagangan.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR