Menhub: 2029, 60 Persen Warga Jakarta Naik Transportasi Publik

Rahmat Fiansyah · Rabu, 14 Februari 2018 - 20:31 WIB

Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Sebanyak 60 persen warga Jakarta akan menggunakan transportasi umum massal pada tahun 2029. Pengembangan infrastruktur utama dikombinasikan dengan peningkatan sistem transportasi serta pengembangan TOD (transit oriented development) di wilayah Jabodetabek diyakini membuat warga Jakarta beralih dari kendaraan pribadi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam seminar yang diselenggarakan International Urban Development Association (INTA) di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Menhub mengatakan, pergerakan 60 persen warga Jakarta dengan transportasi umum itu mengasumsikan seluruh moda transportasi seperti MRT (mass rapid transit), LRT (light rail transit), BRT (bus rapid transit) atau Transjakarta, dan KRL (kereta rel listrik) atau Commuterline sudah beroperasi secara penuh. Dia pun berharap seluruh pihak, terutama swasta, mendukung pemerintah menyelesaikan berbagai moda transportasi tersebut.

“Karena transportasi massal itu waktunya tepat, ramah lingkungan dan lain sebagainya. Oleh karenanya itu tidak bisa dilakukan kita sendiri, kita harus minta swasta untuk bergabung. Semua harus ikut terlibat, agar tahun 2029 itu dapat tercapai. Kalau kita masih ego sektoral, ini tidak akan terjadi. Saat ini baru berkisar 40 persen,” kata Menhub.

Menhub mengatakan, keberhasilan pembangunan di daerah berskala besar akan tergantung pada perkembangan sistem transportasinya. Di banyak kota besar, kata Menub, masalah transportasi muncul dalam kehidupan sehari-hari seperti kemacetan lalu lintas.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu menyebut, Dengan kondisi tersebut tentu pemerintah ditantang untuk memperbaiki sistem transportasi. Dalam pengembangan sistem transportasi untuk kota-kota besar, konsep TOD sering diajukan. Skema ini memberikan waktu tempuh yang lebih pendek dengan memusatkan simpul aktivitas dan mengintegrasikan transportasi umum berbasis rel atau jalan karena transportasi umum dapat diakses dalam jarak lebih kurang 1 km atau sekitar 5 sampai 10 menit berjalan kaki.

“Saya yakin dengan mengembangkan TOD, masalah transportasi terutama kemacetan lalu lintas akan berkurang karena orang yang tinggal di daerah TOD cenderung menggunakan angkutan umum karena akan lebih nyaman. Ini sejalan dengan tujuan pembangunan transportasi untuk mengalihkan penggunaan mobil pribadi ke angkutan umum,” urai Menhub.

Namun, kata dia, penerapan skema TOD bukan hal yang mudah karena tantangan muncul mulai dari tahap perencanaan hingga operasi. Konsep berkelanjutan dan komitmen kuat dibutuhkan sehingga mekanisme yang adil dalam memilih operator TOD sangat penting agar partisipasi swasta lebih lanjut.

“Kita perlu menyadarkan masyarakat bahwa TOD itu manfaatnya banyak sekali. Kita sudah digandeng swasta, jadi nanti akan ada yang KPBU (kerja sama pemerintah badan usaha). LRT juga kita undang yang swasta. Nanti MRT Jakarta juga akan mengundang swasta,” kata Menhub.


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR