Neraca Perdagangan Januari Defisit 0,67 Miliar Dolar AS

Ade Miranti Karunia Sari · Kamis, 15 Februari 2018 - 13:13 WIB

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto (Foto: iNews.id/Ade)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Januari 2018 mengalami defisit sebesar 0,67 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Adapun kondisi tersebut karena defisit perdagangan di sektor minyak dan gas bumi (migas).

"Yang menyebabkannya, kalau dilihat non-migasnya masih ada surplus 182 juta dolar AS. Tetapi, terkoreksi dengan adanya defisit untuk migas terutama untuk hasil minyak sehingga secara total neraca perdagangan kita alami defisit di Januari 2018," kata Kepala BPS, Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Suhariyanto menambahkan, dari sisi volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus 34,66 juta ton pada Januari 2018. Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca sektor nonmigas 35,06 juta ton. “Namun, neraca volume perdagangan sektor migas defisit 0,40 juta ton,” kata dia.

Dia menjabarkan, ekspor Indonesia pada Januari 2018 menurun 2,81 persen dibanding Desember 2017, yaitu dari 14,87 miliar dolar AS menjadi 14,45 miliar dolar AS. Sementara dibandingkan dengan Januari 2017, ekspor meningkat 7,86 persen.

Penurunan ekspor Januari 2018 dibanding Desember 2017 disebabkan oleh menurunnya ekspor nonmigas 1,45 persen, yaitu dari 13,36 miliar dolar AS menjadi 13,16 miliar dolar AS. Demikian juga ekspor migas turun 14,85 persen dari 1,50 miliar dolar AS menjadi 1,28 miliar dolar AS.

"Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil minyak 26,31 persen menjadi 89,3 juta dolar AS dan ekspor minyak mentah 37,52 persen menjadi 317,3 juta dolar AS, serta ekspor gas turun 0,19 persen menjadi 879,1 juta dolar AS," ujarnya.

Sementara itu volume ekspor migas Januari 2018 terhadap Desember 2017 untuk hasil minyak turun 31,94 persen, minyak mentah turun 40,79 persen, sedangkan gas naik 0,40 persen.

"Harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari 60,90 dolar AS per barel pada Desember 2017 menjadi 65,59 dolar AS per barel pada Januari 2018," kata Suhariyanto.

Sementara, nilai impor Indonesia Januari 2018 mencapai 15,13 miliar dolar AS atau naik sebesar 39,0 juta dolar AS(0,26 persen) dibanding Desember 2017. Hal tersebut disebabkan oleh naiknya nilai impor nonmigas sebesar 457,0 juta dolar AS (3,65 persen) walaupun impor migas turun 418,0 juta dolar AS
(16,31 persen).

Penurunan impor migas dipicu oleh turunnya seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah 237,2 juta dolar AS (29,26 persen), hasil minyak 144,2 juta dolar AS (9,83 persen), dan gas 36,6 juta dolar AS (12,85 persen).

Sementara jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai impor pada Januari 2018 meningkat 3,16 miliar dolar AS atau 26,44 persen. Peningkatan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing 317,1 juta dolar AS (17,35 persen) dan 2,84 miliar dolar AS (28,08 persen).

Lebih lanjut peningkatan impor migas disebabkan oleh naiknya impor minyak mentah 280,4 juta dolar AS (95,63 persen), hasil minyak 5,0 juta dolar AS (0,38 persen), dan gas 31,7 juta dolar AS (14,64 persen).


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR