OJK Sebut Dua Perusahaan Berminat Terbitkan Obligasi Hijau

Isna Rifka Sri Rahayu · Jumat, 12 Januari 2018 - 15:14 WIB

Ilustrasi (Foto: iNews.id/YUDIS)

JAKARTA, iNews.id – Pasca menerbitkan aturan mengenai obligasi hijau atau green bond pada akhir Desember lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, banyak perusahaan yang mengaku berminat menerbitkan surat utang yang berwawasan lingkungan tersebut.

"Minatnya sih banyak yang saya tahu, yang dateng ke saya ada dua," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (12/1/2017).

Kendati demikian, Hoesen belum bisa memberitahukan identitas kedua perusahaan tersebut, termasuk bidang usahanya. Ia hanya memberikan petunjuk bahwa kedua perusahaan tersebut sama-sekali belum pernah menerbitkan obligasi.

"Saya belum tahu bisnis modelnya seperti apa tapi sudah ada yang datang ini kan baru sounding tanya-tany. Kalau saya anggap ini tertarik," kata dia.

Hoesen mengatakan, perusahaan yang bisa menerbitkan obligasi hijau hanyalah perusahaan yang berkaitan dengan konservasi alam misalnya perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan perhutanan. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan perusahaan yang bergerak di bidang energi juga bisa menerbitkan obligasi hijau.

"Perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan hidup tapi ini lebih ke konservasi alam. Ya itu nanti kaitannya pemanfaatannya nanti," tuturnya.

Hoesen juga mengatakan, perusahaan yang menerbitkan obligasi hijau akan mendapatkan insentif fiskal dari sisi pajak. Namun ia belum bisa menyampaikan berapa besaran insentif pajaknya. Sebab, OJK sampai saat ini belum menetapkan secara resmi dan belum berbicara dengan otoritas terkait, dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak.

"Yang punya otoritasnya insentif itu belum dibicarakan. Jangan tanya ke saya, otoritas pajaknya bukan saya," ucapnya.

Untuk diketahui, peraturan mengenai obligasi hijau diterbitkan OJK pada 29 Desember 2017 dan tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 60/POJK.04 tahun 2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan.

Melalui skema ini, perusahaan yang menerbitkan obligasi hijau ini harus menggunakan hasil penerbitan untuk membiayai kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan seperti energi baru dan terbarukan, efisiensi energi, bangunan hijau (green building), transportasi ramah lingkungan, dan lain-lain.

Tren obligasi hijau terus menguat di level global. Pada tahun 2016, total penerbitan obligasi hijau mencapai 81,6 miliar dolar AS atau Rp1.090,92 triliun. Pada tahun 2017, angka penerbitannya terus meningkat mengingat pada akhir kuartal III-2017 sudah mencapai 83 miliar dolar AS atau setara Rp1.109,46 triliun.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR