OJK: Transparansi Fintech Sistem P2P Penting untuk Lindungi Konsumen

Isna Rifka Sri Rahayu · Rabu, 14 Februari 2018 - 14:50 WIB

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya untuk memproteksi masyarakat supaya perusahaan berbasis financial technology (fintech) peer to peer (P2P) landing bisa menjadi transparan. Sebab, dana yang tersimpan di P2P tersebut tidak diawasi oleh regulator sehingga sangat rentan jika terjadi hal yang merugikan konsumen.

"Ini mau diapakan? Ini bedanya bank dengan lembaga peer to peer landing kalau bank  dana nasabah masuknya ke bank bertanggung jawab," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam sebuah diskusi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Ia mengaku, sampai saat ini, OJK masih belum memiliki dasar yang mengatur mengenai transparansi sistem peer to peer landing meski sudah mulai mengkajinya. Padahal, sudah banyak e-commerce yang menggunakan sistem keuangan ini seperti Go-Jek, Tokopedia, hingga Traveloka.

"Pertanyaan ini yang menghantui ke kita bagimana kita sebagai OJK. Meskipun ditanya mengenai peer to peer landing OJK apa dasarnya mengatur ini," ujarnya.

Transparansi ini sebagai upaya untuk melindungi nasabah atau konsumen yang bertransaksi dengan sistem tersebut di mana hal tersebut menjadi perhatian OJK. "Inilah yang akan kita garap dan nanti ketika sudah ada kebijakan bukan khusus akan atur aturan umum dengan latar belakangnya adalah melindungi kepentingan konsumen," ucapnya.

Tranparansi yang dimaksud meliputi transparan dalam akuntabilitas tarif sehingga mengharuskan setiap fintech untuk membuka diri. Selain itu, mekanismenya juga harus transparan baik hak dan kewajiban konsumen harus diatur.

"Detail transparansinya harus jelas. Bagaimana kita lihat teknologi sekarang bisa mengekspos dirinya secara detail nanti siapa dia kita bisa tahu," kata dia.

Menurut dia, upaya ini merupakan tantangan yang cukup besar karena para konsumen harus bisa memproteksi dirinya. Meski demikian, perkembangan teknologi saat ini dinilai sudah tepat walaupun banyak tantangan yang harus diselesaikan.

"Perkembangan teknologi saat ini sudah sangat tepat sehingga juga dengan pertimbangan teknologi saat ini kita juga harus sadar banyak yang dulu kita tidak perkirakan tapi banyak tantangan yang sangat besar," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR