Petani Sebut Impor Beras Bakal Buat Harga Gabah Jatuh

Budi Utomo, iNews TV · Sabtu, 13 Januari 2018 - 13:51 WIB

Ilustrasi (Foto: Okezone)

KULON PROGO, iNews.id - Anomali cuaca menjadi salah satu pemicu langkanya beras sehingga harga komoditas pangan strategis itu mengalami kenaikan. Namun, untuk di Kulon Progo, Yogkakarta tidak demikian karena Kabupaten ini justru surplus beras hingga 18 ribu ton.

Sejalan dengan keputusan pemerintah yang mengimpor beras sebanyak 500.000 ton, para petani di Kulon Progo menolak tegas kebijakan tersebut. Impor itu akan mencederai para petani karena harga gabah di tingkat petani akan jatuh.

“Saya enggak setuju karena kasihan petani pasti harganya jatuh,” ujar Wagimin petani Kulon Progo, Sabtu (13/1/2018).

Aris Budi Santoso petani lainnya mengakui, cuaca ekstrem yang belakangan terjadi memang memengaruhi hasil panen saat ini. Bahkan, banyak petani yang mengalami gagal panen karena lahannya terendam akibat curah hujan yang tinggi.

“Banyak yang gagal panen, terendam, kebanjiran jadi meski surplus tapi panen berkurang,” ujar dia.

Dia pun menilai, melambungnya harga beras di lapangan memang murni karena anomali cuaca. Harga jual gabah petani tercatat melambung cukup tinggi dari sebelumnya 4.000-4.500 per kilogramnya kini menjadi Rp5.500-5.800 per kilogram,

“Harga ini jadi harga yang paling tinggi karena ya memang banyak yang gagal panen akibat kebanjiran,” tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintah memastikan impor beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari nanti dilakukan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, impor beras dilakukan dan didistribusikan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) yang bermitra dengan perusahaan beras lain. "Tidak ada dana APBN. Itu pasti. PPI menjadi pintu sehingga kami bisa mengatur. Mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras," kata Enggar.

Ia menjelaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menugaskan perusahaan BUMN tersebut untuk melakukan impor beras. Mekanisme distribusi beras ke pasaran juga akan dilakukan dengan memakai jaringan PPI.

Menurut dia, keputusan untuk melakukan impor beras dilakukan setelah pemerintah, Satgas Pangan dan Bulog melakukan operasi pasar (OP) sejak November-Desember 2017 untuk menekan harga beras medium yang kian meningkat.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR