Saling Melengkapi, Media Digital dan Konvensional Digemari

Rahmat Fiansyah · Rabu, 14 Februari 2018 - 18:15 WIB

Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id – Perkembangan pesat munculnya media digital tampaknya belum menggantikan sepenuhnya konsumsi masyarakat terhadap beragam media konvensional. Setiap lapisan masyarakat di Indonesia masih menggunakan media yang bermacam-macam dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini terungkap dalam riset terbaru yang diluncurkan oleh Nielsen Indonesia pada hari ini, Rabu (14/2/2018). Dalam riset tersebut, seluruh generasi, mulai dari Generasi Baby Boomers yang berusia 50-64 tahun hingga Generasi Z yang berusia 10-19 tahun mengonsumsi media mulai dari televisi hingga internet.

Hellen Katharina, Direktur Eksekutif Bisnis Media Nielsen Indonesia mengatakan, seluruh generasi kini menggunakan internet. Generasi Baby Boomers misalnya, 95 persen dari mereka menonton televisi, 32 persen mendengarkan radio, dan 9 persen mengakses internet. Sementara itu Generasi X yang berusia 35-49 tahun 97 persen menonton televisi, 37 persen mendengarkan radio, dan 33 persen mengakses internet.

“97 persen khalayak Generasi Z masih menonton televisi, 50 persen mengakses internet, 33 persen mendengarkan radio, 7 persen menonton televisi berbayar, dan 4 persen membaca media cetak. Generasi Milenial yang berusia 20-34 tahun, 96 persen dari mereka menonton televisi, dan 58 persen mengakses internet,” kata Hellen.

Hellen mengatakan, pola ini menunjukkan bahwa kebiasaan multi-screen dengan media digital menjadi hal yang lumrah. Pemirsa televisi yang juga mengakses internet mencapai 42 persen sementara pembaca media cetak yang juga mengakses internet mencapai 71 persen.

“Durasi menghabiskan waktu di media digital pun meningkat dalam tiga tahun terakhir, dari 1 jam 52 menit (2014) menjadi 3 jam 8 menit (2017). Sementara itu, durasi mengkonsumsi media konvensional lainnya tidak mengalami banyak perubahan,” katanya.

Hellen menyebut, meningkatnya perkembangan media digital ini mendorong para pelaku industri untuk menggencarkan strategi bahkan promosinya ke media digital. Sekalipun banyak pelaku industri yang mulai mengembangkan strateginya ke media digital, namun beriklan di media digital tidak semudah di media konvensional karena media digital memiliki berbagai macam pengukuran dalam menjangkau khalayak seperti cost per click (CPC), cost per thousand impressions (CPM), cost per download (CPD), dan lain-lain.

Riset Nielsen tersebut menggunakan data mengenai konsumen diambil dari hasil survey Nielsen Consumer Media View yang dilakukan secara reguler. Survey dilakukan di 11 kota di Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 16,000 orang.


Editor : Rahmat Fiansyah

KOMENTAR