Sasar Milenial, Fintech Ini Tawarkan Kemudahan KPR

Ade Miranti Karunia Sari · Jumat, 12 Januari 2018 - 10:58 WIB

Ilustrasi (Foto: iNews.id/YUDIS)

JAKARTA, iNews.id – Di era digital, mulai banyak perusahaan rintisan atau start-up di sektor keuangan yang memanfaatkan teknologi. Salah satunya adalah Granada yang fokus pada pembiayaan properti dengan konsep penghimpunan dana (crowdfunding) dengan sasaran generasi millenial yang ingin memiliki properti.

Komisaris Gradana Freenyan Liwang mengatakan, perusahaan ikut terlibat membantu menjembatani antara calon konsumen dan pemberi pinjaman kredit dengan platform yang ringan.

"Apalagi untuk meminjam kredit membutuhkan banyak persyaratan administrasi. Oleh karena itu, platform kami menawarkan solusi untuk individu-individu yang ingin membeli rumah tetapi belum punya cukup simpanan untuk membayar DP (down payment),” kata Freenyan melalui keterangan tertulis, Kamis (11/1/2018).

Dia mengungkapkan, platform Gradana bisa menjadi solusi bagi generasi milenial yang ingin membeli rumah pertama mereka tanpa perlu mengumpulkan DP lebih dulu. Dengan tren harga properti yang terus naik, diprediksi generasi ini akan lebih sulit membeli properti di tahun-tahun mendatang, termasuk uang muka yang terus bertambah setiap tahunnya.

Dia menjelaskan untuk masalah DP, Gradana memberikan fasilitas cicilan uang muka sebanyak 24 atau 36 kali tanpa ada bunga tambahan bagi pembeli rumah. Adapun harga cicilan uang muka tersebut sudah disepakati dengan pengembang rekanan dan diinformasikan di muka. Sistem di Gradana menjamin pembeli rumah akan mendapatkan harga yang sama sesuai dengan price list

 

"Jika cicilan DP telah selesai, pembeli akan mendapat kesempatan lebih baik untuk mendapatkan fasilitas KPR dengan adanya rekam jejak kredit pada Gradana sebagai pendukung profil kredit yang baik,” ujarnya lagi.

Freenyan menambahkan bahwa proses pengajuannya bisa dilakukan secara online dengan mengunggah data-data pendukung.

“Dengan platform ini, mereka tidak perlu lagi datang ke kantor cabang dan menyerahkan dokumen-dokumen secara fisik. Cukup dari layar laptop mereka saja dimana untuk waktunya pun tidak terbatas pada jam kantor dan bisa dilakukan tanpa ada konstrain waktu," sambungnya.

Menurut mantan Presiden Direktur PT Bank Sinarmas Tbk ini, Gradana bisa memberikan pinjaman dengan batas atas Rp2 miliar dan setiap pinjaman yang diberikan akan dibagi ke sejumlah slot sehingga membuka kesempatan bagi setiap pemberi pinjaman (lender) untuk berpartisipasi.

Dia mencontohkan, misalnya, calon konsumen atau pembeli ingin membeli rumah seharga Rp500 juta, maka harga unit rumah dapat dibagi menjadi 50 slot dengan nilai satu slot sejumlah Rp10 juta rupiah. 

"Kami mempertemukan antara peminjam dan pemberi pinjaman. Bagi pemberi pinjaman, ini merupakan peluang untuk memutar uang. Mereka dapat membeli hanya satu slot atau beberapa slot sesuai budget,” ujarnya.

Freenyan memastikan Gradana memahami masalah-masalah yang dihadapi oleh calon konsumen properti di Indonesia. Misal, uang muka yang terlalu besar, sertifikat yang bermasalah, pengembang bodong, dan lain-lain.

Gradana membantu dengan melakukan proses due diligence para rekanan pengembang di muka untuk memastikan bahwa sertifikat sudah pecah atau sudah dalam proses pemecahan. 

"Saat ini kami sudah bekerjasama dengan 10 pengembang terverifikasi yang tersebar di berbagai lokasi di Jabodetabek dan Bandung dan masih ada puluhan lagi yang saat ini sedang dalam tahap verifikasi dan penandatanganan kerjasama," kata Freenyan.

Sebagai sebuah platform yang menghimpun dana publik, Gradana menyadari pentingnya legalitas dari pemerintah agar masyarakat tidak tertipu oleh investasi bodong. Freenyan menegaskan Granada saat ini telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga sangat aman untuk berinvestasi.

Dia menyatakan, Gradana ingin mengedukasi masyarakat agar tidak tergiur dengan penawaran yang tidak logis. Kalaupun masih masuk akal, harus dicek dulu apakah sudah diawasi otoritas terkait atau belum.

"Unsur legalitas sangat perlu karena mengindikasikan transparansi dari perusahaan atau lembaga crowdfunding tersebut,” ucapnya


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR