Sensus Penduduk 2020, BPS Kerahkan 1 Juta Petugas

Ade Miranti Karunia Sari · Rabu, 14 Februari 2018 - 13:33 WIB

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto (Foto: iNews.id/Ade)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) segera melakukan sensus penduduk (SP) pada 2020 mendatang. Nantinya, bakal ada 1 juta petugas sensus penduduk yang melakukannya, dan 800 ribu di antaranya menjalani pencacahan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, sensus penduduk itu nantinya tidak hanya mendatangi rumah-rumah penduduk, tetapi juga bisa dilakukan melalui sistem Computer Assisted Personal Interview (CAPI) atau Computer Assisted Web Interview (CAWI).

"Jadi, bagi yang tidak mau diwawancara langsung, bisa melalui aplikasi yang ada di ponsel atau tablet yang kini sedang kita rencanakan," katanya ditemui pada acara kick off meeting SP 2020, di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Dalam tahap awal, BPS akan ada melakukan sensus mini di tujuh wilayah atau provinsi. "Sesuai pilot sensus penduduk 2020 diadakan tujuh wilayah level desa dan provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan,  Jawa Barat, DKI Jakarta, Maluku, Kalimantan Selatan, dan Papua," ucapnya.

Untuk anggaran, pihaknya belum bisa memastikan berapa yang dibutuhkan. Namun, dengan adanya cara digital, memudahkan masyarakat untuk memberikan datanya secara mobile.

Sensus penduduk wajib dilangsungkan sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Tujuan dari sensus penduduk itu sendiri sebagai bagian untuk membantu penajaman program di Kementerian dan Lembaga (K/L), membantu pemerintahan dalam melangsungkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2020.

Di Indonesia sensus penduduk hanya dilakukan 10 tahun sekali berbeda dengan negara lain yang menjalani sensus lima tahun sekali. Karena keterbatasan anggaran serta sistem yang dilakukan masih secara tradisional atau manual membuat sensus penduduk sulit dijalani seperti negara lain, semisal Australia.

"Sensus penduduk ini membutuhkan anggaran cukup besar, sehingga kita harus mempersiapkan rencananya terlebih dahulu. 2017, BPS sudah menyiapkan banyak hal terkait sensus penduduk 2020. Pada 2018, mulai melibatkan berbagai pihak, tidak mulai dengan tangan kosong," tuturnya.

Sementara, Deputi bidang Statistik Sosial BPS, Sairi Hasbullah turut menyampaikan tantangan yang selama ini dihadapi dalam kesensusan penduduk. Salah satunya, masyarakat yang tidak berada di tempat saat akhir pekan (weekend).

"Waktu kerja yang sibuk dan weekend tidak ada di rumah karena mereka berada di tempat leisure, itu tantangan kita," ucapnya.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR