Tak Punya Tenaga, Rupiah Dibuka Menguat Terbatas

Ranto Rajagukguk · Rabu, 14 Februari 2018 - 08:26 WIB

Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan, Rabu (14/2/2018) dibuka menguat menyusul pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang terimbas komentar Ketua Federal Reserve yang baru, Jerome Powell. Namun, posisi rupiah masih bertahan di level Rp13.600-an.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada pukul 08.10 WIB menguat 9 poin atau 0,07 persen menjadi Rp13.642 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan ke Rp13.638 per dolar AS.

Posisi rupiah terakhir pada perdagangan kemarin menetap ke Rp13.651 per dolar AS. Rentang pergerakan rupiah hari ini adalah Rp13.638-13.651 per dolar AS.

Adapun Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 8 poin atau 0,06 persen menjadi Rp13.647 per dolar AS. Di awal sesi, rupiah tetap menguat meski berkinerja lebih buruk dengan menetap ke Rp13.653 per dolar AS.

Di akhir sesi kemarin rupiah ditutup ke level Rp13.655 per dolar AS. Rata-rata pergerakan rupiah hari ini adalah Rp13.643-13.655 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS turun terhadap mata uang utama lainnya pada hari Selasa 13 Februari 2018 waktu setempat, menyusul pernyataan Federal Reserve yang mewaspadai risiko stabilitas keuangan setelah kondisi  pasar yang terjadi baru-baru ini.

"Kami akan tetap waspada terhadap risiko pengembangan stabilitas keuangan," kata Ketua The Fed Jerome Powell dalam acara serah terima seremonial, seperti mengutip Xinhua, Rabu (14/2/2018).

Ini adalah ucapan terbuka pertama yang Powell buat sejak menjabat sebagai kepala bank sentral seminggu yang lalu. Sejak saat itu, pasar saham AS telah memasuki jalan yang bergelombang, dengan indeks saham utama turun lebih dari 10 persen.

"Mempertahankan keuntungan penting dalam peraturan keuangan sambil berusaha memastikan bahwa kebijakan kami seefisien mungkin," tutur Powell

Dia juga menegaskan, bank sentral akan secara bertahap menaikkan suku bunga dan mengembalikan neraca keuangannya, menyusul pemulihan global yang kuat.

Analis mengatakan, ucapan Powell membantu menenangkan investor dan membuat dolar AS kurang menarik.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,56 persen pada 89,707 pada akhir perdagangan.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR