Uber Berhasil Pangkas Kerugian Jadi 1,1 Miliar Dolar AS

Ranto Rajagukguk · Rabu, 14 Februari 2018 - 10:17 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Uber telah mengalami tahun yang buruk, berjuang melawan tuntutan hukum, tuduhan diskriminasi seks, dan kepergian banyak eksekutif puncaknya. Namun di balik layar bisnisnya telah perlahan membaik.

Mengutip Business Insider, Rabu (14/2/2018), startup transportasi tersebut mempersempit kerugian kuartal keempat 2017 menjadi 1,1 miliar dolar AS dari kerugian 1,46 miliar dolar AS pada kuartal sebelumnya, orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Sementara itu, pendapatan triwulanan perusahaan naik 11,8 persen menjadi 2,2 miliar dolar AS dari kuartal sebelumnya, kata sumber Reuters. Menurut Bloomberg, angka tersebut naik 61 persen dibanding 2016.

Uber telah mengumpulkan lebih dari 14 miliar dolar AS dana segar. Bulan lalu, Uber mencapai kesepakatan dengan SoftBank di mana korporasi asal Jepang itu, bersama dengan investor lainnya, mengambil sekitar 17,5 persen saham di perusahaan tersebut.

Pemesanan kotor kuartalan Uber berbasis di Silicon Valley naik 14 persen menjadi 11,1 miliar dolar AS dari kuartal ketiga, kata sumber tersebut kepada Reuters.

Perusahaan sebelumnya melaporkan kerugian bersih kuartal ketiga sebesar 1,46 miliar dolar AS terhadap pendapatan bersih sebesar 2 miliar dolar AS. Uber memiliki pemesanan kotor sebesar 9,7 miliar dolar AS pada kuartal sebelumnya.

Capaian yang meningkat itu datang saat Uber mencoba untuk melewati sebuah rangkaian peristiwa yang buruk. Perusahaan tersebut telah diliputi oleh serangkaian skandal, yang dipicu oleh tuduhan diskriminasi seks di perusahaan tersebut oleh mantan insinyur Uber Susan Fowler, dan memuncak dengan kepergian pimpinan eksekutif Travis Kalanick.

Pekan lalu, Uber setuju untuk membayar senilai 245 juta dolar AS dari sahamnya sendiri ke perusahaan mobil milik adik perempuan Google Waymo untuk menyelesaikan perselisihan hukum mengenai rahasia dagang, yang memungkinkan CEO Uber untuk melewati salah satu kontroversi di publik terhadap perusahaan.


Editor : Ranto Rajagukguk

TAG : uber

KOMENTAR