Anggaran JKN Capai Rp25,5 Triliun, Menkes Ajak Masyarakat Hidup Sehat

Siska Permata Sari · Rabu, 10 Januari 2018 - 14:36 WIB

Menkes Nila Moeloek (tengah) memberikan paparan capaian kinerja Kemenkes 2017. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Sepanjang 2017, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengucurkan dana sebesar Rp25,5 triliun untuk alokasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan, dana itu merupakan 43,8 persen dari total anggaran Kemenkes RI tahun 2017, yakni sebesar Rp58,3 triliun.

"Saat ini angka menunjukkan peserta JKN mencapai 187,9 juta jiwa," terang Menkes Nila Moeloek, ditemui iNews.id dalam konferensi pers Capaian Kinerja Kemenkes Tahun 2017, di Gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

Penyakit katastropik menjadi penyebab tingginya anggaran yang diberikan untuk alokasi program JKN. Jenis penyakit ini, di antaranya jantung, ginjal, kanker, stroke, talasemia, leukimia, sirosis hepatitis, dan hemofilia.

Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes mengajak masyarakat agar menjaga kesehatan sebagai langkah preventif atau pencegahan. "Misalnya, penyakit jantung atau penyakit yang terkait kardiovaskuler. Ini yang harus dicegah dengan Germas," jelas Nila Moeloek.

Germas sendiri merupakan singkatan dari gerakan masyarakat sebagai suatu kebijakan pemerintah, berupa kegiatan terpadu dan terkonsep yang harus dilakukan oleh seluruh elemen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat demi meningkatkan kualitas hidup.

"Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk hidup sehat. Mulai dari aktivitas fisik, makan sayur, dan buah, serta cek kesehatan secara berkala. Ini penting sekali," ucapnya.

Setidaknya, kata dia, lewat pencegahan dengan mengajak masyarakat hidup sehat, dapat mengurangi angka masyarakat yang terjangkit penyakit katastropik. Sehingga dapat menekan anggaran JKN, termasuk BPJS.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR