Banyak Selebriti Tertangkap Konsumsi Sabu, Ternyata Ini Efeknya

Siska Permata Sari · Kamis, 15 Februari 2018 - 20:00 WIB

Ilustrasi narkotika jenis sabu. (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini ramai terkait artis yang ditangkap karena kedapatan memiliki narkoba jenis sabu. Bulan Februari ini saja ada dua artis yang ditangkap kepolisian setempat karena kasus sabu yakni, Fachri Albar dan Roro Fitria.

Jika Fachri kedapatan memiliki sabu seberat 0,8 gram dan 13 tablet dumolid, penangkapan terhadap Roro justru membawa barang bukti berupa 2,4 gram sabu. Selain Fachri dan Roro, nama-nama seperti Jennifer Dunn dan Tio Pakusadewo juga baru ramai karena penangkapan mereka terkait barang haram tersebut.

Penggunaan sabu di industri hiburan, memang tak bisa dipukul rata. Tetapi, banyaknya selebriti yang menggunakan sabu membuat kita bertanya-tanya, apa dan bagaimana sabu bekerja, serta bagaimana dampaknya?

Melansir dari situs Addiction Resource, Jumat (15/2/2018), sabu atau crystal meth adalah zat putih tanpa bau yang rasanya cenderung pahit. Biasanya, obat tersebut dapat digunakan untuk menciptakan perasaan euforia, lebih terjaga, dan kuat melakukan aktivitas fisik. Selain itu, sabu juga menekan nafsu makan.

Tetapi, di balik dampak sesaat yang dirasakan tubuh usai mengkonsumsi sabu, ada dampak yang luar biasa bagi tubuh Anda. Mulai dari jangka pendeknya yakni pusing, limbung, menurun nafsu makan, meningkatkan denyut jantung, perubahan suasana hati yang parah dan irasional, cemas, panic attact, halusinasi, dan kejang.

Sementara jangka panjangnya bisa lebih menakutkan lagi. Di antaranya gelisah, insomnia, ketergantungan, kerusakan gigi, luka tubuh terutama bagian wajah, hingga kerusakan otak yang mirip dengan penyakit alzheimer dan hilang ingatan.

Lalu mengapa sabu digunakan meski dampaknya sedemikian berbahaya? Banyak faktor atau penyebab yang membuat seseorang mengkonsumsi sabu. Salah satunya saja alasan Fachri Albar yang dikemukakan kepolisian terkait penggunaan obat-obatan terlarang.

"Dari pengakuan tersangka sih (menggunakan narkoba) karena depresi," kata Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, beberapa waktu lalu.

Namun, selain itu ada beberapa penyebab seseorang menggunakan narkoba, utamanya sabu. Masih menurut Addiction Resource, penggunaan sabu yang juga populer di Filipina disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah sabu dijadikan sebagai pelarian dari kenyataan.

Sebab, menggunakan sabu, bisa membuat mereka terkendali dan lebih fokus untuk menjalani hari. Hal ini dikarenakan dalam sabu, ada pemberian rasa euforia yang membuat pengguna mengalami nge-fly dan melupakan kesulitan yanh dihadapi.

Meski efek yang diberikan dianggap mampu mengatasi persoalan hidup, namun dampak jangka pendek dan panjang terhadap kesehatan mental dan fisik, tidak main-main. Mulai dari gejala ringan seperti pusing dan penurunan berat badan, hingga kerusakan otak bahkan kematian.


Editor : Nanang Wijayanto

KOMENTAR