Hari Kanker Anak Sedunia, Waspadai Gejala Kanker pada Buah Hati Anda

Siska Permata Sari · Kamis, 15 Februari 2018 - 00:13 WIB

Pastikan cek kesehatan anak secara berkala. (Foto: Arspecialty)

JAKARTA, iNews.id - Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada hari ini, mengingatkan kita akan kesadaran kesehatan terhadap anak. Kanker sebagai penyakit tak menular mematikan, tak cuma diderita orang dewasa, tetapi juga mengintai anak-anak.

Lembaga kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) mencatat, setiap tahun lebih dari 150.000 anak didiagnosis menderita kanker.

Memang, lebih dari 80 persen anak-anak dengan kanker dapat bertahan hidup dan tetap sehat di negara yang telah mendapatkan akses medis berkualitas. Namun di negara yang penduduknya berpenghasilan rendah, angka kematian anak akibat kanker bisa mencapai 90 persen.

Di Indonesia sendiri, prevelensi kanker pada anak usia 0-14 tahun, tercatat sebesar 16.291 kanker pada anak. Sementara pendataan kanker di Indonesia tahun 2005 -2007 di DKI Jakarta, mencatat kasus kanker pada anak usia 0-17 tahun sebesar 9 per 100.000.

Awal Februari lalu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan RI Mohamad Subuh mengatakan, saat ini jenis kanker leukemia menjadi tertinggi pada anak, yakni sekitar 2,8 per 100.000. Diikuti dengan kanker bola mata atau retinoblastoma sebesar 2,4 per 100.000.

Leukimia sendiri merupakan jenis kanker jaringan pembentuk darah yang dapat menghambat kemampuan tubuh melawan infeksi. Sementara retinoblastoma adalah kanker bola mata.

Lalu, apa penyebabnya? Ahli onkologi dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi, Prof. Dr. dr. Moeslichan SpA (K) mengatakan, jika kanker anak bukan sama sekali disebabkan oleh gaya hidup. Berbeda dengan penyebab pertumbuhan kanker bagi orang dewasa.

"Kanker pada orang dewasa bisa dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok atau kurang berolahraga. Ini adalah faktor yang dapat dicegah. Namun, gaya hidup bukanlah faktor pemicu kanker pada anak, sehingga jauh lebih sulit dicegah," kata dr. Moeslichan, seperti keterangan pers yang diterima redaksi iNews.id, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Karena itu, kata dia, pentingnya orang dewasa mengerti akan deteksi dini pada kanker anak.

"Penting bagi orangtua untuk tahu apa yang harus diperhatikan, dengan sering-sering memeriksa keadaan seluruh tubuh anak, misalnya apakah ada benjolan. Ini bisa dilakukan dengan meraba saat memandikan anak," jelas dia.

Kemudian, hati-hati apabila anak sering panas dan pucat, lalu ada bintik-bintik pada kulit ataupun pendarahan pada kulit. "Waspadai juga nyeri tulang, anak-anak belum bisa mengomunikasikan sakit ini, sehingga dapat dipantau dari berkurangnya aktivitas fisik dari yang biasa mereka lakukan," jelasnya.

Ia juga mengimbau para orangtua, bila ada satu atau lebih dari gejala yang disebutkan tadi muncul, untuk segera tes darah dan menelusuri lebih detail dan lengkap dari hasil test darah tersebut.

"Inilah pentingnya deteksi, karena kanker pada anak sulit dicegah, bahkan gejalanya tak mudah dikenali. Orangtua harus sadar bahwa mereka memiliki peran penting dalam deteksi dini secara berkala," katanya.


Editor : Tuty Ocktaviany

KOMENTAR