Isi Soundtrack Nini Thowok, Mytha Lestari Alami Hal Mengerikan

Siska Permata Sari · Jumat, 12 Januari 2018 - 02:12 WIB

Mytha Lestari isi soundtrack film horor Nini Thowok. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Awal 2018, industri film Indonesia menyajikan film horor terbaru berjudul Nini Thowok yang akan dirilis pada 1 Maret mendatang. Kisah yang diangkat dari legenda Jawa soal budaya mistik lokal tersebut digarap sutradara Erwin Arnada.

Film ini memang tak secara eksplisit menampilkan sejarah dan latar belakang budaya munculnya legenda Nini Thowok. Tapi, sebuah film horor keluarga yang mengangkat sosok Nini Thowok di layar lebar.

Meski bukan diangkat dari kisah nyata, aura mistis sangat dirasakan para pemain dan kru film. Mulai dari Natasha Wilona, Gesata Stella, hingga pengisi soundtrack Mytha Lestari.

Penyanyi Aku Cuma Punya Hati itu mengaku mengalami serentet kejadian aneh pascarekaman lagu Takkan Pernah Mati ciptaan Raguel Lewi yang menjadi soundtrack film Nini Thowok.

"Ceritanya saat take vocal di studio milik suami saya terjadi kejadian aneh. Di studio rekaman kan temboknya ada busa-busanya (kedap suara), pas rekaman itu terdengar suara 'tuk-tuk-tuk' (seperti mengetuk) dari dalam busa," tutur Mytha, saat peluncuran trailer, poster dan original soundtrack di The Hook Resto & Bar, Senopati, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Dia melanjutkan, awalnya berpikir hanya angin lalu belaka, tetapi rupanya kejadian aneh tak berakhir di situ. Hal-hal berbau mistis tersebut terjadi ketika dia dan suami sedang berlibur ke Jepang. "Habis kami berdua jalan-jalan malam harinya, terus tidur. Saya mimpi ada perempuan rambutnya panjang, bajunya putih, kulitnya putih, dan bibirnya hitam. Saya lagi nyanyi di award itu dan kemudian saya dipeluk,"  ujarnya.

Sosok yang menghantui Mytha itu menyerupai sosok Nyonya Oei, sosok hantu perempuan yang ada dalam film Nini Thowok.

Hal mistis juga dialami pemeran Nyonya Oei di film tersebut, Gesata Stella. Dia mengaku sesak napas ketika tengah menggunakan kostum dan wig panjang untuk memerankan lakonnya.

"Saya sesak napas, hampir nggak bisa bernapas. Kata MUA (Make Up Artist)-nya kita break dulu, tapi saya keukeuh nggak mau. Kata orang sih saya kerasukan tapi saya nggak merasa begitu. Lalu, MUA saya bilang saya menangis ketika di-make-up," kata Stella.

Sementara itu, salah satu pemain Inggrid Widjanarko mengatakan, film ini tak cuma tentang kisah mistis tetapi film garapan Erwin Arnada ini berusaha mengangkat kultur budaya mistik di Indonesia, terutama Jawa.

"Pengambilan gambar juga dilakukan di Solo, Yogyakarta dan Klaten sehingga menyisipkan pesan pariwisata dan budaya," kata Inggrid.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR