Mengenang Sosok Yon Koeswoyo Pernah Masuk Bui karena Musik

Riyandy Aristyo · Jumat, 05 Januari 2018 - 09:44 WIB

Almarhum Yon Koeswoyo saat di atas panggung. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu legendanya, Yon Koewoyo. Pemilik nama lengkap Koesyono Koeswoyo ini meninggal dunia di usia 77 tahun, Jumat (5/1/2018) pagi.

Pria kelahiran Tuban, Jawa Timur, 27 September 1940 tersebut adalah pentolan grup band legendaris Indonesia, Koes Plus. Yon Koeswoyo mulai aktif bermusik sejak dibentuknya grup musik bersama saudara kandungnya keluarga Koeswoyo, yakni Jon Koeswoyo pada Bass, Tonny Koeswoyo pada gitar, Nomo Koeswoyo pada drum, Yon Koeswoyo pada vokal, dan Yok Koeswoyo pada vokal dan seorang dari luar keluarga Koeswoyo yang bernama Jan Mintaraga sebagai gitaris awalnya.

Dilansir dari Wikipedia, pada mulanya mereka menamakan grup ini Kus Brothers pada 1958. Sebetulnya inspirasi duet Yon dan Yok itu adalah Kalin Twin, dua penyanyi Amerika bersaudara yang kembar. Namun dalam perkembangannya grup ini meniru pola Everly Brothers di Amerika, karena menggunakan dua penyanyi kakak beradik, yakni Yon dan Yok.

Mereka merekam album pertama pada 1962. Setelah Jan Mintaraga mengundurkan diri. Grup ini pun berganti nama menjadi Kus Bersaudara pada tahun 1963.

Beberapa waktu kemudian kakak tertua mereka Jon Koeswoyo mengundurkan diri, sehingga menyisakan empat personel kakak beradik yang dipimpin Tonny Koeswoyo. Grup ini kemudian kembali mengganti namanya menjadi Koes Bersaudara.

Dalam formasi baru ini, Yon tetap sebagai penyanyi utama di samping memegang alat musik rhythm gitar, bersama adiknya Yok yang juga masih menjadi penyanyi dengan memegang alat musik bass gitar.

Yon memang sejak awal diproyeksikan oleh Tonny untuk menjadi vokalis karena memiliki suara yang bagus. Karena itulah dia tak pernah secara khusus diajari Tonny untuk memainkan alat musik gitar. Kemampuannya bermain gitar dipelajarinya sendiri secara otodidak dengan mengamati permainan gitar abangnya, Tonny.

Grup ini meraih kesuksesan dalam beberapa album rekaman berikutnya selama beberapa tahun sebelum dipenjarakan oleh rezim Orde Lama Soekarno, di Penjara Glodok pada 29 Juni 1965. Yon dimasukkan satu sel bersama saudara-saudaranya, Tony, Nomo, dan Yok.

Mereka dianggap memainkan lagu-lagu ngak-ngik-ngok (kebarat-baratan) yang terlarang masa itu karena dianggap musik yang tidak mencerminkan bangsa Indonesia pada 1965. Namun Sebenarnya Pemenjaraan ini bertujuan untuk persiapan Bela Tanah Air saat terjadinya perselisihan dengan malaysia, saat presiden Soekarno menyatakan ganyang Malaysia lewat seni permusikan.

Pada Awalnya untuk dikirim ke Singapura, Kalimantan Utara, Bahkan Malaysia. Namun sebelum sempat dikirim untuk bela negara lewat permusikan, pemerintahan Soekarno keburu lengser.

Mereka akhirnya dibebaskan pada 29 September 1965 (tepat sehari sebelum pecahnya Gerakan 30 September PKI) dan tidak jadi dikirim ke Singapura, Kalimantan Utara, dan Malaysia. Selepas itu karier bermusik mereka kembali berjalan.


Editor : Dani Dahwilani

KOMENTAR