Pemuda di AS Beranggapan, Ganja Lebih Sehat dari Alkohol

Nanang Wijayanto · Kamis, 15 Februari 2018 - 17:00 WIB

Pemuda di AS beranggapan menghisap ganja lebih sehat dibanding alkohol. (Foto: Ilustrasi/Pinterest)

JAKARTA, iNews.id- Para pemuda di Amerika Serikat menganggap alkohol lebih berbahaya daripada ganja. Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Research Triangle Institute.

Penelitian itu dilakukan di Oregon, Amerika Serikat dengan mengambil sampel dari 1.900 pemuda. Hasil penlitian menujukkan 70,5 persen dengan usia 18-34 tahun percaya bahwa alkohol lebih berbahaya bagi kesehatan daripada ganja.

Seorang analis kesehatan masyarakat riset dan penulis studi tersebut yakni Jane Allen mengatakan bahwa penelitian itu merupakan studi pertama yang mengukur persepsi tentang bahaya ganja dan alkohol.

Penelitian tersebut kemudian dituangkan dalam Jurnal Preventive Medicine. Di mana penelitian itu telah dipublikasikan awal bulan ini.

“Temuan ini mengejutkan saya, karena banyak yang menganggap alkohol digunakan untuk rekreasi orang dewasa. Sebaliknya, ganja digunakan untuk pengobatan di tingkat federal secara terjadwal,” kata kata dia seperti di lansir dari The Independent, Kamis (15/2/2018).

Menurut dia, tampaknya mereka tidak mendapatkan pengetahuan mendalam terkait bahaya narkotika yang disebabkan karena status sosial.

Dia mencatat pelegalan zat psikotropika di Oregon dapat mempengaruhi penggunaan zat lain seperti opioid dan alkohol.  Sedangkan ganja dapat mengurangi ketergantungan obat nyeri dan opioid.

“Sehingga hubungan ganja dan alkohol tampak lebih kompleks. Ganja dapat berfungsi sebagai pengganti alkohol dalam beberapa konteks. Sebaliknya, ganja diklasifikasikan sebagai obat di tingkat federal,” kata dia.

Meski begitu, peneliti belum bisa mengungkapkan, apakah pelegalan ganja di Oregon untuk rekreasi dapat meningkatkan atau menurunkan biaya sosial secara signifikan.

Namun yang jelas, jika dilihat dari hasil penelitian, alkohol dianggap lebih bahaya daripada menghisap ganja.

Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention, pada 2014 30.722 orang meninggal akibat mengonsumsi alkohol. Angka itu belum dihitung apakah kematiannya karena kecelakaan atau pembunuhan.

Sedangkan jika dihitung berdasarkan jumlah tersebut maka angka kematian akibat mengonsumsi minuman berakohol di AS mencapai 900.000 orang.  

Sementara itu, tidak ada kematian akibat overdosis ganja yang dilaporkan.  Menurut penelitian Drug Enforcement Administration yang diterbitkan American Journal of Public Health selama 16 tahun lalu terdapat 65.000 orang Amerika yang menggunakan ganja terbilang lebih sehat. Hanya saja meninggal lebih awal daripada orang sehat yang tidak menghisap ganja.

 

 

 

 


Editor : Nanang Wijayanto

KOMENTAR