Pesan Antikekerasan Seksual dalam Gaun Hitam di Golden Globe 2018

Zen Teguh · Senin, 08 Januari 2018 - 09:59 WIB

Selebritas Hollywood seperti Mariah Carey, Natalie Portman dan Emma Stone mengenakan gaun hitam di panggung penghargaan Golden Globe 2018, Senin (8/1/2018) WIB. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Hitam, hitam, dan hitam. Nyaris tak ada gemerlap gaun warna-warni yang biasa menghiasi hamparan karpet merah (red carpet) panggung Golden Globe Awards 2018. Para pesohor perempuan Hollywwod seperti satu suara untuk mengenakan gaun hitam di ajang penghargaan bergengsi untuk film dan program televisi Amerika Serikat (AS) itu.

Reese Witherspoon, America Ferrera, dan Nicole Kidman hanya sekian dari jajaran selebritas yang hadir mengenakan gaun hitam di red carpet Hotel Beverly Hilton, Beverly Hills, California, Minggu, 7 Desember 2018 waktu setempat atau Senin (8/1/2018) pagi WIB.

Eva Longoria memilih gaun hitam dengan V-cut rendah, tetap terlihat seksi. Itu belum termasuk aktris kawakan peraih Oscar Meryl Streep yang juga melakukan hal sama dengan gaun hitam berpotongan V-cut anggun. Sementara, Michelle Williams datang dengan gaun off-the-shoulder.

Shailene Woodley melintasi karpet merah dengan gaun turtleneck manik-manik sutra dan rok malam tulle hitam dari koleksi Ralph Lauren, sementara Diane Kruger mengenakan gaun hitam rancangan Prada dengan selendang yang mengalir. Margot Robbie, bintang "I, Tonya," tampak seksi dengan gaun satin dari Gucci.


Mengapa hitam mendominasi?

Bermula dari petunjuk sana-sini di media sosial, namun viral itu berkembang dan akhirnya terungkap bahwa gaun hitam adalah kampanye terorganisasi dari para selebritas yang disebut Time's Up.

Kampanye itu adalah gerakan melawan kekerasan atau pelecehan seksual di tempat kerja atau di luarnya. Dengan lebih dari 300 tokoh di industri hiburan AS, mereka berinisiatif untuk melawan pelecehan seksual, penyerangan dan ketidaksetaraan bagi perempuan di semua jenis tempat kerja.

Gerakan ini telah berhasil menggalang dana lebih dari USD15 juta untuk perlindungan hukum bagi orang-orang yang telah mengalami pelecehan seksual di tempat kerja atau lingkungan mereka.


Pelecehan atau kekerasan seksual ibarat gunung es di AS termasuk di Hollywood. Pelecehan dan kekerasan seksual itu selama ini terpendam bertahun-tahun tanpa ada yang berani menyuarakan lantang. Hingga akhirnya skandal sutradara sekaligus produser kenamaan Harvey Weinstein terkuak melalui pengakuan sejumlah aktris Hollywood.

Sejak keberanian mengungkap kasus-kasus pelecehan yang pernah mereka terima, kampanye melawan kekerasan seksual bergulir kencang. Tak ada keraguan, tak ada ketakutan lagi. Para artis bahkan memelopori untuk melawan dengan cara mereka. Semangat itu yang kemudian oleh majalah Time disebut ”The Silence Breaker” dan dinobatkan sebagai tokoh tahun ini.

"Kami ingin memperbaikinya (melawan kekerasan seksual) dan kami merasa agak berani pada momen khusus ini untuk berdiri bersama dalam garis hitam tebal," kata Streep pada Ryan Seacrest di red carpet Golden Globe ke-75, dikutip Chicago Tribune, Senin (8/1/2018).

BACA JUGA: Fakta Menarik Hugh Jackman, Jadi Jurnalis hingga Dunia Akting

Kendati busana hitam mendominasi, ada segelintir selebritas yang memadukannya dengan warna mencolok. Ini seperti dilakukan Allison Williams yang memberi warna oranye dan perak di korset gaun rancangan Armani Prive.

"Kami di sini karena Tarana (Burke)," kata Williams pada E!. "Karena Tarana memulai sebuah gerakan dan dia menanam benih itu bertahun-tahun yang lalu."

Untuk diketahui Tarana Burke adalah orang pertama yang memopulerkan istilah ”me too” sebagai bentuk ajakan kepada orang lain agar berani bersuara terkait pelecehan seksual yang dialaminya. Tagar #MeToo kemudian menjadi gerakan global.


Editor : Zen Teguh

KOMENTAR