Pro Kontra Minum Urine Unta, Ini Kata Menkes dan WHO

Siska Permata Sari · Kamis, 11 Januari 2018 - 05:00 WIB

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Belakangan media sosial dihebohkan dengan video tokoh agama Tanah Air yang minum urine unta di tengah padang pasir. Urine itu diminum bersamaan dengan campuran susu unta yang dianggap memiliki khasiat medis.

Dalam video yang diunggah tokoh agama tersebut juga membeberkan sejumlah dalil terkait manfaat mengonsumsi urine dan susu unta. Respons beragam warganet pun bermunculan karena hal tersebut. Tak jarang yang penasaran, benarkah minum urine dan susu unta memiliki khasiat kesehatan.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memiliki penilaian tersendiri. Meski tidak menyalahkan atau membenarkan, menurutnya, zat yang telah dibuang organ tubuh mengapa dikonsumsi kembali.

"Kami dari kedokteran, pemikiran saya sederhana saja, urine itu kan dikeluarkan oleh ginjal. Awamnya, saya menyamakan ginjal itu seperti WC, di mana yang kotor-kotor itu dibuang. Tapi itu mentah-mentah kita minum lagi. Lah sudah dibuang kok diminum lagi?" ucap Nila di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10 Januari 2018).

Tentang khasiat kandungan urine unta, Menteri Nila enggan menafikan. Namun, hal tersebut harus diteliti lebih dalam agar tidak menimbulkan masalah medis kedepannya. Menkes mengimbau, agar masyarakat berhati-hati dan tidak menerima informasi yang beredar di dunia maya tanpa diverifikasi kebenarannya.

"Mungkin ada beberapa zat yang bisa digunakan, tapi kalau langsung masuk (ke tubuh). Mari kita lihat kalau cek lab urine pasti kan ada bakterinya. Secara ilmiah saja, ini kan zat-zat sisa yang dibuang," katanya.

Rupanya, meminum urine yang dicampur susu unta bukan hal baru bagi dunia medis. Pada tahun 2015 lalu, World Health Organization (WHO) telah menyatakan larangan untuk mengonsumsi produk yang berasal dari unta. Hal ini berkaitan dengan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

MERS sendiri merupakan penyakit yang menyerang organ pernapasan yang disebabkan Virus Korona. Ternyata, penyakit menular yang dibawa virus tersebut terdeteksi pada unta.

"Praktek kebersihan makanan harus diperhatikan. Masyarakat juga harus menghindari minum susu unta mentah atau urine unta, atau makan daging yang belum dimasak dengan benar," tulis sebuah pernyataan yang dimuat di situs WHO.

 


Editor : Achmad Syukron Fadillah

KOMENTAR