Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pengetahuan Gizi Wajib Ditingkatkan

Siska Permata Sari · Rabu, 10 Januari 2018 - 18:34 WIB

Pengetahuan gizi bagi ibu dan bayi wajib ditingkatkan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mencatat jumlah kematian ibu dan bayi menurun pada 2017 jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, angka absolut kematian ibu tahun 2017 mencapai 3.597. Angka tersebut menurun jika dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Pada 2016 angka kematian ibu sebesar 4.912 menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu pada 2015 sebesar 4.999. Sementara angka kematian bayi  pada 2017 tercatat sebesar 22.327.

Angka kematian bayi tersebut menurun signifikan dibandingkan 2016 sebesar 32.007. Sementara pada 2015 Kemenkes mencatat kematian bayi mencapai sebesar 33.278.

Meskipun angka tersebut terus menurun, pemerintah akan terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Hal itu dikatakan Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat memaparkan Capaian Kinerja Kemenkes Tahun 2017 di Gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

Nila mengatakan bahwa mengurangi kematian ibu dan anak merupakan kewajiban pemerintah. Sebab itu, program mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) selalu masuk dalam rencana kerja prioritas Kemenkes.

Untuk program tahun ini, pemerintah mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya perempuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi. Pasalnya kesadaran meningkatkan gizi berperan penting dalam menekan kematian ibu dan bayi.

"Sangat penting bagi ibu untuk mengerti bahwa ini dipengaruhi oleh awal-awal kehamilan. Maka itu pentingnya bagi ibu mengerti masalah gizi," kata dia.

Ia mengatakan, untuk mendapatkan gizi yang baik demi menekan risiko AKI dan AKB dan mencegah terjadinya kelahiran bayi kerdil (stunting), bisa didapat dengan cara mengkonsumsi ikan-ikanan.

"Ikan itu bagus kandungan proteinnya. Ikan lele, enak sekali, tolong dimakan itu ikan lele," imbuhnya.

Selain mengajak para ibu untuk mengerti gizi dan mengkonsumsi makan makanan yang bergizi cukup, Kemenkes juga melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Tahun 2017, PMT yang disediakan sebesar 4.212 ton untuk 468.000 ibu hamil.

 


Editor : Nanang Wijayanto

KOMENTAR