Terungkap, Begini Teknologi Hujan Meteor di Film Meet Me After Sunset

Siska Permata Sari · Kamis, 11 Januari 2018 - 17:00 WIB

Meet Me After Sunset menggelar meet and greet di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 46 Jakarta di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Kamis (11/1). (Foto: Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Film Meet Me After Sunset yang menampilkan tiga pemeran utama yakni Agatha Chelsea, Billy Davidson dan Maxime Bouttier rencananya akan tayang Februari mendatang.

Menyuguhkan kisah percintaan, film garapan Danial Rifki tersebut disebut-sebut menggunakan teknologi Computer-generated image (CGI).

"Film ini memang 80 persen dibantu CGI," ungkap Danial saat ditemui di Meet and Greet Film Meet Me After Sunset di SMAN 46, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Penggunaan CGI tersebut, kata dia, difungsikan untuk menampilkan peristiwa hujan meteor di Indonesia yang disisipkan di film ini. "Kita meng-create ulang hujan meteor di Indonesia. Lalu efek kabut Bandung dan kunang-kunang di malam hari juga dibantu CGI," tambahnya.

Hal ini, sambung dia, demi membuat film Meet Me After Sunset tersebut terkesan magical.

"Kita kasih label dia (film ini) magical love story," imbuhnya.

Film ini sendiri menceritakan seorang perempuan muda bernama Gadis (Agatha Chelsea) yang hanya bisa ditemui setelah senja. Gadis, bersahabat dengan sosok lelaki berkepribadian cool bernama Bagas (Billy Davidson) dan bertemu dengan sosok baru bernama Vino (Maxime).

"Film ini drama romantis tentang tiga orang. Hubungan paling klasik antara pilih bad boy atau nice guy. Kisah tentang persahabatan dan memilih cinta. Semoga relate sama banyak orang," harap dia.

Meskipun set film yang ditampilkan lebih banyak situasi malam hari, namun proses syutingnya banyak dilakukan di siang hari.

"Kalau bicara teknis ini agar  kita dapat mengambil banyak detil, kalau malam kan susah, harus sedia banyak lampu. Di sini juga ada peran CGI,” tuturnya.


Editor : Nanang Wijayanto

KOMENTAR