1.293 Mobil Mewah di Jakarta Tunggak Pajak, Mercedes Benz Terbanyak

Wildan Catra Mulia · Jumat, 12 Januari 2018 - 20:00 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto:iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA,iNews.id – Sebanyak 1.293 mobil mewah di Jakarta menunggak pajak. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengumumkan nama-nama pemilik mobil lewat poster dan spanduk yang dipasang di fasilitas umum. Cara tersebut dianggap ampuh untuk mendorong wajib pajak agar taat membayar tunggakan.

Menurut Anies, pemilik mobil mewah yang masih menunggak pajak tidak bisa didiamkan. Sebab, jika melihat kemampuan finansial pemilik pajak tersebut, harusnya mampu membayar pajak. Rata-rata mobil mewah yang menunggak pajak di atas Rp1 miliar.

“Mereka juga sudah menggunakan jalan, fasilitas dimanfaatkan, udara juga memiliki dampak dari kendaraan, tetapi tanggung jawab membayar pajak belum diselesaikan,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Dari data yang diterima Anies, ada 2.900.035 kendaraan roda empat di Jakarta. Sebanyak 1.293 mobil mewah menunggak pajak. Rinciannya 744 mobil atas nama pribadi dan 549 atas nama perusahaan.

“Dari total 744 mobil tersebut ada pajak yang harusnya dibayar totalnya Rp26 miliar belum masuk, kalau ditotal semua Rp44,9 miliar,” kata Anies.

Anies menilai, membandelnya para wajib pajak mobil mewah bukan karena persoalan ekonomi, tetapi lebih pada kurangnya  kesadaraan. Dia berharap, dengan cara mengumumkan nama-nama pemilik mobil mewah yang menunggak lewat poster dan spanduk, pemilik kendaraan akan tergugah.

“Saya percaya bagi mereka yang memiliki kendaraan dengan angka Rp6 miliar. Bayar pajak menjadi kewajiban, itu bukan angka yang fantastis,”ujarnya.

Menurut Anies, hasil dari pembayaran pajak mobil mewah tersebut nantinya untuk membantu program-program kesejahteraan masyarakat. Seperti pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan penataan kampung kumuh.

“Itu semua didanai lewat uang pajak dari mereka. Mudah-mudahan dengan ini diumumkan, ada rasa tanggung jawab yang lebih besar dan bisa segera tuntas," kata Anies.


Editor : Achmad Syukron Fadillah

KOMENTAR