10 Orang Tewas dalam Waktu 9 Hari Akibat Flu Musim Dingin di Hong Kong

Nathania Riris Michico · Sabtu, 13 Januari 2018 - 13:50 WIB

10 orang tewas akibat flu musim dingin di Hong Kong (Foto: South China Morning Post)

HONG KONG, iNews.id - Tak hanya negara-negara di Eropa dan Amerika, musim dingin dengan suhu amat rendah juga melanda Hong Kong. Akibatnya, banyak warga meninggal karena terkena flu musim dingin.

Dilansir South China Morning Post, Sabtu (13/1/2018), sedikitnya sepuluh orang tewas dalam kurun waktu sembilan hari akibat flu musim dingin di Hong Kong. Tujuh dari korban yang meninggal dunia diketahui berusia lebih dari 65 tahun dan satu korban adalah anak-anak.

Pada awal pekan ini tercatat ada 24 kasus flu pada warga Hong Kong yang sebagian besar menyerang orang dewasa. Satu kasus yang menimpa anak-anak dikategorikan sebagai kasus flu berat.

Para korban yang meninggal ini sebelumnya telah dirawat ke unit perawatan intensif di rumah sakit dan kemudian meninggal dunia. Pihak rumah sakit menyebut flu ini membuat kondisi pasien, yang mungkin telah mengidap penyakit kronis tertentu, menjadi semakin parah karena flu.

Menurut pejabat kesehatan setempat, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah flu musim dingin ini akan semakin memburuk. Berdasarkan data statistik yang dikumpulkan, sejauh ini situasi flu belum terlalu serius.

Belum diketahui pula kapan wabah ini akan mencapai puncaknya.

"Sepertinya flu musim dingin baru saja dimulai, kita tidak akan tahu kapan puncaknya akan muncul," kata pengawas kesehatan setempat, Wong Ka Hing.

"Secara umum, musim flu berlangsung selama sekitar 16 minggu," ujar wong.

Penderita flu musim dingin juga diperkirakan akan terus meningkat dari 30 ribu orang pada tahun lalu menjadi 100 ribu orang tahun ini.

Melihat hal ini, Wong mendesak masyarakat, khususnya anak-anak, orang tua dan pasien dengan penyakit kronis, untuk menerima vaksin flu sesegera mungkin agar tetap terlindungi. Dia mengatakan biasanya dibutuhkan sekitar dua minggu agar antibodi berkembang di tubuh.

Data Statistik Otoritas Rumah Sakit di Hong Kong menunjukkan bahwa pada hari Selasa, sekitar 4.842 orang memeriksakan diri di rumah sakit dan 818 orang di antaranya harus dirawat. Jumlah pasien yang harus dirawat di rumah sakit meningkat hingga 108 persen.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR