Alumni 212 Tolak Dilibatkan Konflik La Nyalla dengan Prabowo

Den Helmi Sajangbati · Sabtu, 13 Januari 2018 - 20:08 WIB

Garda 212 memberikan keterangan pers terkait konflik La Nyalla Mattalitti dengan Prabowo Subianto. (Foto: iNews.id/ Den Helmi Sajangbati).

JAKARTA, iNews.id - Lanyalla Mattalitti diminta tidak mengaitkan konflik pribadinya terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan alumni 212. Konflik La Nyalla dengan Prabowo dinilai tidak ada hubungannya dengan alumni 212.

Atas dasar itu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garda 212 Ansuri Idrus Sambo menyayangkan, beberapa alumni 212 yang ikut mendukung La Nyalla terkait Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Dia juga meminta para alumni 212 jangan ikut terlibat dalam konflik La Nyalla dengan Prabowo.

Dia kahwatir keutuhan aluni 212 akan terpecah jika terlibat dalam konflik La Nyalla dengan Prabowo. Persoalan ini, kata dia menjadi catatan ke depan bagi Garda 212.

"Kami sebagian besar alumni Tamasya Almaidah membentuk Garda 212 di mana sebagai wadah bagi alumni 212 yang ingin berkecimpung di dunia politik praktis, khususnya pada Pileg 2019," ujar Ansuri dalam keterangan persnya di Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018).

Dia mengatakan, ke depan Garda 212 akan menjadi fasilitator bagi alumni yang ingin terjun ke dunia politik praktis. Menurutnya, Garda 212 memiliki akses langsung kepada para ketua partai yang selama ini mendukung penuh gerakan aksi 212.

BACA JUGA: Gerindra Minta La Nyalla Urungkan Niat ke Jalur Hukum

Dia menyebutkan partai dimaksud, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Gerindra dan Partai Bulan Bintang (PBB). Adapun persyaratan utama yang menjadi acuan, yaitu kapasitas, integritas dan elektabilitas orang tersebut.

"Apabila ini sudah memungkinkan, maka nama-nama tersebut akan kami ajukan kepada partai-partai pendukung aksi 212, sehingga nanti alumni 212 punya potensi dapat ikut membela kepentingan umat di dalam legislatif maupun eksekutif," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi

KOMENTAR