Survei Indo Barometer

Anies Baswedan Berpotensi Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2019

Fikih Riyan, iNews · Kamis, 15 Februari 2018 - 20:54 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: iNews.id/ Dok)

JAKARTA, iNews.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut sebagai tokoh yang berpotensi menjadi kuda hitam dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Berdasarkan survei Indo Barometer, elektabilitas Anies menempati urutan ketiga di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Dalam survei tersebut, Indo Barometer memunculkan nama-nama calon presiden 2019 yang potensial menantang Jokowi dan Prabowo. Anies muncul sebagai penantang potensial meskipun hasil surveinya terpaut jauh di bawah Jokowi dan Prabowo. Anies hanya memperoleh 2,4 persen di bawah Jokowi 46,8 persen dan Prabowo 22,9 persen.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyebutkan Anies adalah tokoh yang berpeluang menjadi kuda hitam di Pilpres 2019 nanti. Menurut Qodari, dengan posisinya yang strategis sebagai Gubernur DKI, apapun kebijakannya akan menjadi sorotan publik dan media massa.

“Kuda hitam kalau dalam survei ini sementara belum kelihatan betul, karena antara Pak Jokowi dan Prabowo jaraknya jauh ke bawah. Tapi untuk sementara saya lihat dari tiga nama, Anies, Agus, kemudian Pak Gatot, kelihatannya yang paling potensial menjadi kuda hitam ya Pak Anies,” ungkap Qodari di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

BACA JUGA:

LSI Ungkap 4 Penantang Jokowi di Pilpres 2019

Survei LSI: Jokowi Capres Terkuat, tapi Belum Aman

Selain Jokowi dan Prabowo, kata Qodari, survei Anies merupakan yang tertinggi dibanding tokoh yang lain. Meski jauh di bawah Jokowi dan Prabowo, elektabilitas Anies berpotensi naik karena posisinya sebagai gubernur.

“Dia punya panggung dan panggungnya strategis sekali yaitu di Jakarta. Di Jakarta ini semua kebijakan bisa menjadi perhatian bagi media,” kata Qodari.

Beda dengan Gatot Nurmantyo yang saat ini sudah tidak menjabat lagi sebagai Panglima TNI. Begitu juga dengan Agus Harimurti yang tidak menduduki jabatan publik. “Sepertinya kurang, kemudian Agus Harimurti bukan pejabat publik, eksposurenya terbatas,” katanya.

Pada  3 Desember lalu, Indo Barometer merilis 23 tokoh berdasarkan tingkat elektabilitas untuk Pilpres 2019. Jokowi menempati urutan pertama (34,9 persen), lalu kedua Prabowo Subianto (12,1 persen), dan ketiga Anies Baswedan (3,6 persen).

BACA JUGA: Survei Pilpres 2019, Joko Widodo Ungguli Prabowo dan Anies Baswedan

Sementara dalam survei terakhir Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, penantang terberat Jokowi dan Prabowo adalah Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono. Tingkat popularitas kedua figur ini berada di kisaran 70-90 persen. Kontestasi dalam Pilkada DKI menjadi panggung nasional bagi dua tokoh ini.

Popularitas Anies Baswedan sebesar 76,7 persen dan popularitas Agus sebesar 71,2 persen. Di bawahnya adalah  mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan tingkat popularitas 55-70 persen. Namun, popularitas Gatot mulai memudar sejak tidak menjabat lagi sebagai panglima TNI.


Editor : Azhar Azis

KOMENTAR