Beberapa Fakta Narkoba di Dunia Penerbangan

Rahma Sari · Rabu, 06 December 2017 - 01:53 WIB

Sejumlah pilot maskapai Lion Air terjerat kasus narkoba. (Foto: Koran SINDO/Dok)

JAKARTA, iNews.id -  Penangkapan pilot senior maskapai penerbangan Lion Air dalam kasus narkoba menambah panjang noda hitam dunia penerbangan Indonesia. Penggerebekan pesta sabu itu kembali mencuatkan kekhawatiran publik atas keselamatan transportasi udara.

Pengamat dunia aviasi Arista Atmadjati mengatakan,  standar keselamatan penerbangan sebenarnya sudah mengatur sangat ketat berbagai hal yang menyangkut operasional transportasi udara. Begitu pun pilot,  diharuskan tunduk pada sejumlah regulasi.

”Dalam hal narkoba, sanksi bagi pilot yang terbukti mengonsumsi sangat berat. Bisa kehilangan lisensi, juga dipecat. Namun faktanya banyak pilot bandel,” kata Arista kepada iNews.id, Rabu (6/12/2017).

Arista mengusulkan perlunya langkah-langkah pencegahan. Selain tes medis berkala yang rutin dilakukan maskapai terhadap pilot dan kopilot, sebaiknya dilakukan cek medis secara acak. ”Random sampling harus terus dilakukan kepada pilot maupun kru pesawat di setiap wilayah penerbangan dari seluruh maskapai," kata dia.

Kasus Berulang

Kapten pilot MS ditangkap aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Kupang Kota dan Badan Narkotika Nasional (BNN) di kamar 205 Hotel T-More, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, 4 Desember 2017, sekitar pukul 21.20 Wita.

Polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 0,3 gram dan alat hisap (bong), dua korek gas, dan seboto minuman beralkohol. Bersama M, turut diamankan dua pramugari. Dalam penyelidikan polisi, mereka diketahui hendak menerbangkan pesawat Lion Air JT 924 tujuan Surabaya, Selasa (5/12/2017).


MS bukan satu-satunya pilot yang terjerat barang terlarang itu. Sederet oknum pilot Lion Air juga pernah berurusan dengan polisi karena kasus yang sama.  Pada 2011, pilot maskapai Lion Air Muhammad Nasri ditangkap saat pesta sabu bersama rekannya, Husni Thamrin dan Imron di sebuah apartemen, Tangerang.

Pada 10 Januari 2012 pilot Lion Air kembali ditangkap kasus narkoba. Kali ini Hanum Adhyaksa diringkus petugas BNN di ruang karaoke hotel, Makassar. Dari sakunya ditemukan sabu 0,9 gram.

Pada 4 Februari  2012 giliran Syaiful Salam, juga pilot Lion Air, ditangkap petugas BNN saat mengisap sabu di sebuah hotel, Surabaya. Syaiful dihukum 1 tahun penjara.

Sederet kasus itu ternyata tak memberi pelajaran. Pada 22 Desember 2015 BNNP Banten menggerebek pesta sabu di apartemen Jalan Marsekal Suryadarma, Tangerang.  Tiga dari 4 orang yang ditangkap merupakan calon kopilot dan mantan awak kabin Lion Air, yakni SH (pilot), MT (pramugara), SR (pramugari). Satu lainnya NN, ibu rumah tangga.

Pemicu Kecelakaan

Majalah Forbes menyebut pilot maskapai komersial masuk dalam daftar “Pekerjaan Paling Stres” pada 2013.  Kondisi itu mungkin mendorong banyak pilot menggunakan narkoba untuk mengurangi beban pekerjaan tersebut. Dalam kasus di Indonesia, Arista menilai faktor gaya hidup dan jaringan yang menyebabkan pilot terseret dalam dunia hitam itu.


Laporan Badan Penerbangan Administrasi Aviasi Federal (FAA) dan Kantor Pengobatan Aerospace (OAM) Amerika Serikat menyebutkan, 11 persen dari 5.321 pilot yang terlibat kecelakaan penerbangan pada 1990 dan 2005 dinyatakan positif menggunakan narkoba. Sebanyak 37 persen dari 1.353 pilot yang tewas dalam kecelakaan penerbangan Pada 2004 dan 2008 positif narkoba.

Sejumlah kecelakaan penerbangan yang dipicu karena faktor narkoba antara lain, pilot pengguna narkoba tewas saat helikopter yang dikendalikannya jatuh di Tahlequah, Oklahoma, AS pada 2009. Nama pilot tidak disebutkan. Pilot helikopter medis tewas saat kecelakaan di Kingfisher pada 22 Juli 2010. Hasil penyidikan, pilot mengonsumsi narkoba.

Pada 31 Juli 2016 sebuah balon udara terbakar dan jatuh di Texas menewaskan 16 penumpang. Hasil penyidikan otoritas penerbangan AS menemukan bahwa pilot Alfred Nichols terpengaruh obat-obatan sehingga menciptakan efek halusinasi.

Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko mengaskan, manajemen Lion Air akan memberikan sanksi tegas bila pilot MS terbukti sebagai penggunaan narkoba. Sanksi itu termasuk pemberhentian sebagai pegawai.


Editor : Zen Teguh

KOMENTAR