Berbahan Bahaya, BPOM Sita Ribuan Krim Pemutih Wajah dari Toko Ini

Louise Ayaw · Kamis, 15 Februari 2018 - 13:07 WIB

Ilustrasi kosmetik ilegal. (Foto:iNews.id)

JAKARTA,iNews.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendatangi ruko penjual kosmetik di Jalan Jelambar, Jakarta Barat, Kamis (15/2/2018) siang. Di agen penjualan kosmetik tersebut, ribuan krim pemutih muka siap edar senilai Rp2,5 miliar.

Penyitaan krim pemutih muka itu lantaran BPOM menilai toko tersebut menjual produk berbahaya. Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi penggerebekan, pemilik toko diduga memproduksi sendiri krim pemutih muka dengan cara meracik berbagai bahan, selanjutnya dikemas.

“Seharusnya standar operasional dalam klinik kecantikan meracik produk kecantikan harus memenuhi standar higienis, serta pengawasan farmasi,” kata Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito, di Jakarta Barat, Kamis (15/2/2018).

Menurut Penny, dari hasil pemeriksaan laboratorium, krim pemutih muka tersebut mengandung bahan-bahan berbahaya, seperti merkuri, hidrokinon, serta zat pewarna yang tidak dianjurkan dalam pemakaian kulit.  

Saat ini, pemilik toko belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih berstastus saksi. Penyidik masih terus mendalami dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus dugaan peredaraan produk ilegal dan berbahaya tersebut. Apabila terbukti, pemilik dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan Pasal 196 dan 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, serta denda Rp15 miliar.

Penny mengatakan, keterangan dari pemilik distributor kosmetik palsu itu, pelaku sudah beroperasi dan melakukan praktik meracik kosmetik sejak satu tahun terakhir. Keuntungan yang diperoleh pemilik cukup fantastis, yakni Rp50-100 juta per minggu.

“Ini sudah berlangsung selama satu tahun. Cakupan pemasarannya di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Penny.

Atas hasil penggerebekan tersebut, BPOM selanjutnya menggandeng Badan Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk membantu menyelidiki sejauh mana cakupan pendistribusian kosmetik tersebut. Penny mengatakan, BPOM dengan Polda Metro Jaya juga akan terus instensif mengawasi penjualan dan pabrik dari kosmetik, obat-obatan, dan makanan.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan kosmetik, obat-obatan, dan makanan ilegal, tanpa segel BPOM dapat segera dilaporkan. Selain warga juga harus cermat dalam membeli, bisa mengkroscek kembali izin edar di website BPOM,” kata dia.


Editor : Khoiril Tri Hatnanto

KOMENTAR