Dikepung Jurnalis, “Pasukan Cantik” Korut Batal Main di Pantai

Nathania Riris Michico · Rabu, 14 Februari 2018 - 08:50 WIB

Pemandu sorak Korut saat tiba di pantai di Gangneung, Korsel. (Foto: Yonhap)

GANGNEUNG, iNews.id - Pemandu sorak Korea Utara (Korut) beristirahat sejenak dari tugas Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada Selasa 13 Januari pagi untuk mengunjungi Gangneung, Korea Selatan (Korsel), salah satu kota penyelenggaraan olimpiade.

Dengan mengenakan baju olahraga merah dan dengan topi merah dan putih, sekitar 229 pemandu sorak tersenyum dan melambaikan tangan kepada warga yang penasaran dengan kehadiran mereka.

Dilansir ABC News, Rabu (14/2/2018), tak hanya warga, ratusan jurnalis juga menanti mereka di sepanjang jalan di pantai pesisir, Gyeongpo. Sekitar 1.000 polisi, petugas keamanan dikerahkan di lokasi.

Para pemandu sorak melempar senyum dan melambaikan tangan kepada jurnalis, namun tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Beberapa dari mereka enggan menanggapi pertanyaan reporter, namun ada pula yang menyapa dengan singkat dengan bahasa Korea "halo" dan "senang bertemu dengan Anda."

Namun sayang, rombongan pasukan bersorak terpaksa buru-buru meninggalkan pantai lantaran ratusan media massa yang sudah mengepung lokasi tersebut. Para cheerleader itu berjalan dengan cepat dan masuk kembali ke dalam bus mereka setelah diburu  wartawan.

Tentu saja, para perempuan cantik itu bisa menjadi sumber berita menarik, setidaknya terkait penampilan mereka di olimpiade. Namun pemerintah tak mengizinkan mereka memberikan pernyataan, demikian pula dengan para delegasi olimpiade Korut lainnya.

Pemandu sorak Korut saat dikepung wartawan di pantai di Gangneung, Korsel. (Foto: AFP)

Salah seorang anggota cheerleader Korut mengungkapkan kekecewaannya tidak bisa menikmati pantai.

"Kami belum bisa melihat pantai," keluh salah seorang cheerleader, saat mereka kembali ke bus, seperti dilansir AFP.

Setelah makan siang, tim pemandu sorak Korut kembali menarik perhatian warga karena mendadak muncul di tempat wisata nasional, Ojukheon House, rumah tradisional tertua di Korsel. Ojukheon House merupakan rumah Shin Saimdang, artis perempuan paling terkenal di Korea pada abad ke-16.

Banyak warga antusias menyapa dan berfoto bersama dengan pemandu sorak Korut itu.

"Ketika saya melihat mereka di televisi, saya punya anggapan buruk tentang mereka, tapi mereka sangat cantik," kata salah seorang pelajar, Hwang Ji Woo.

"Rasanya seperti Korut dan Korsel telah bersatu kembali," kata Hwang, menambahkan.

Tim yang dijuluki 'tentara cantik' itu memang menarik banyak perhatian sejak tiba di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pekan lalu.

Cheerleader ini berusia akhir belasan atau awal 20 tahunan dan dipilih dari universitas elite di Korut dengan pemeriksaan latar belakang yang ketat. Alumni mereka yang paling terkenal adalah Ri Sol Ju, yang kini menjadi Ibu Negara Korut.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR