Enakkah Bekerja di Jepang, Survei Ini Ungkap Penilaian Warga Asing

Anton Suhartono · Sabtu, 13 Januari 2018 - 09:05 WIB

(Foto: Reuters)

TOKYO, iNews.id - Sebuah survei yang dilakukan perusahaan swasta di bidang pemberdayaan SDM, Adecco, mengungkap bagaimana penilaian warga asing terhadap lingkungan kerja mereka di Jepang.

Responden dalam survei ini merupakan pekerja di berbagai bidang yang menduduki posisi manajer, sales and marketing, bidang kreatif, dan teknisi, tidak termasuk guru Bahasa Inggris. Adecco mengambil 300 sampel berusia 20 sampai 60 tahun dalam survei yang dilakukan pada Oktober 2017 ini. Demikian dikutip dari Japan Times.

Hasilnya mengungkap, 77 persen dari responden mengaku puas dengan kondisi pekerjaan mereka. Sebanyak 88 persen dari responden juga menyatakan ingin tetap bekerja di negara itu.

Saat disodorkan beberapa pertanyaan mengenai apa yang tidak disukai dari pekerjaan di Jepang, sebanyak 43 persen menyatakan adanya diskriminasi jenis kelamin. Selain itu, 40 persen dari mereka merasa kesulitan dalam berkomunikasi nonverbal dengan rekan kerja mereka dari Jepang.

Mengenai penilaian terhadap rekan-rekan setim dari Jepang, 80 persen merasa mereka sebanding.

Namun sebanyak 72 persen mengeluhkan banyaknya rapat yang sia-sia. Seorang responden berusia 40-an tahun asal Inggris mengatakan, "Pekerja Jepang tidak suka berdebat, sehingga acap kali rapat berakhir tanpa menghasilkan keputusan."

Sementara itu, responden asal Amerika Serikat menilai budaya kerja di Jepang tidak efisien. Dia mencontohkan keharusan seorang bawahan meminta persetujuan dari atasannya sebelum melakukan pekerjaan dan melaporkan tugas.

"Di AS, tugas dikerjakan secara mandiri, mungkin juga disertai dengan laporan di akhir. Berkonsultasi dengan atasan hanya dilakukan bila ada masalah. Di Jepang, lingkungan kerja menekankan adanya izin sebelum memulai tugas dan melaporkannya," kata responden itu.

Selain itu, 47 persen responden merasakan adanya diskriminasi menganai kesempatan untuk mendapatkan posisi lebih baik di masa mendatang. Mereka kalah kesempatan dengan rekan dari Jepang.

Petugas humas Adecco, Tomoyuki Ishikawa, berharap survei ini menjadi informasi bermanfaat bagi perusahaan Jepang untuk memahami apa yang diinginkan para pekerja asing di tempat mereka.

Sementara bagi masyarakat Jepang, survei ini diharapkan bisa membuka mata mengenai apa yang diharapkan para pekerja asing sehingga akan terjalin saling memahami antarsesama tim.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR