Kapolri Diminta Segera Proses Pengunduran Diri Polisi Maju Pilkada

Felldy Utama · Sabtu, 13 Januari 2018 - 17:04 WIB

Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja. (Foto: iNews/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian segera mengurus proses pengunduran diri anggota polisi aktif yang mencalonkan diri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Permintaan itu diutarakan Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja saat menjadi pembicara dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya Network di Jakarta, (13/1/2018).

“Kami bilang ke pak Kapolri (Jenderal Pol Tito Karnavian), kalau mereka (anggota polisi aktif) sudah ditetapkan jadi calon kepala daerah, mau tidak mau surat pengunduran diri mereka dipercepat,” ujar Bagja.

Menurut dia, seorang anggota Polri—terlebih lagi perwira tinggi—seyogianya mengetahui prosedur apa saja yang harus dipatuhi jika mencalonkan diri dalam pilkada. Apalagi, setiap anggota Korps Bhayangkara telah disumpah, sehingga tidak diperkenankan menggunakan wewenangnya untuk tujuan pribadi. “Etisnya tidak boleh, karena sudah sumpah prajurit Tribrata, tidak akan menggunakan falisitas negara untuk kepentingan dirinya,” ucap Bagja.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun Bawaslu, sejauh ini terdapat enam perwira tinggi (pati) Polri yang mengikuti kontestasi Pilkada 2018. Namun, instansinya belum mendapatkan data secara perinci terkait jumlah perwira menengah (pamen) Polri yang ikut maju dalam pilkada tahun ini. “Kalau patinya itu ada sekitar enam orang. Itu untuk patinya saja ya. Tapi kalau pamen belum dirinci,” tuturnya.

BACA JUGA: Jenderal TNI-Polri Daftarkan Diri di Pilkada 2018

Bursa Pilkada 2018 menjadi semakin berwarna. Selain diisi oleh politikus, pilkada kali ini juga dimeriahkan oleh para pensiunan jenderal yang berambisi memajukan daerah pilihannya. Di antaranya Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi.

Mantan panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (pangkostrad) itu telah mengumumkan diri maju sejak pertengahan Agustus 2017. Dia maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara. Selain Edy, dari institusi kepolisian ada beberapa polisi aktif yang juga mencalonkan diri di Pilkada 2018. Mereka adalah Irjen Pol Safarudin (bakal calon wakil gubernur Kalimantan Timur), Irjen Pol Anton Charliyan (bakal calon wakil gubernur Jawa Barat), dan Irjen Pol Murad Ismail (bakal calon gubernur Maluku).


Editor : Zen Teguh

KOMENTAR