Khawatirkan Perang dengan AS, Tentara Korut pun Tidur Pakai Sepatu

Nathania Riris Michico · Jumat, 12 Januari 2018 - 08:39 WIB

Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un bersama para tentara Korut usai uji coba rudal (Foto: Reuters)

SEOUL, iNews.id - Diplomat Korea Utara (Korut) sangat serius menanggapi kemungkinan perang antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS). Korut disebut takut apabila perang dengan AS benar-benar pecah.

Hal itu diungkapkan seorang pakar ilmu pengetahuan asal Rusia bernama Alexander Vorontsov yang berbicara dengan pejabat luar negeri Korut saat berkunjung ke Pyongyang. Dalam website seputar Korut, 38 North, seperti dilansir Yonhap, Jumat (12/1/2018), Vorontsov menyampaikan keadaan Korut sedang tidak stabil saat ini.

"Hanya satu pertanyaan yang tersisa, kapan perang akan pecah?" kata Vorontsov, menirukan perbincangannya dengan pejabat tersebut.

Ketidakstabilan ini terjadi pasca-uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru Korut, Hwasong-15, pada 29 November 2017. Rudal balistik ini disebut mampu menempuh jarak 13.000 kilometer dan menghancurkan daratan AS.

Menanggapi uji coba tersebut, Korea Selatan (Korsel) dan AS menggelar latihan militer gabungan berkode "Vigilant Ace" pada 4-8 Desember 2017. Hal ini membuat Korut dalam posisi waspada karena latihan tersebut melibatkan 230 jet tempur, beragam pesawat perang siluman hingga 12.000 tentara AS yang bermarkas di Korsel.

Pejabat itu mengaku Korut sangat terkejut mengetahui adanya jet tempur dan beragam pesawat canggih yang digunakan Korsel-AS dalam latihan gabungan itu.

Bahkan dia juga mengatakan tentara mereka harus tidur dalam keadaan bersiaga.

"Tentara bahkan tidur dengan sepatu masih terpasang," ujar Vorontsov, mengutip pejabat tersebut.

Dia menambahkan, pihak Korut akan tetap memegang komitmen sebagai negara nuklir dengan alasan kuat, yaitu untuk mempertahankan kelangsungan hidup negara mereka.


Editor : Anton Suhartono

KOMENTAR